SBNP Terbengkalai di Ciwandan Akan Dievakuasi

13
Sekretaris Dishub Kota Cilegon Gunawan (kanan) didampingi Kasi Kasi Angkutan Laut dan Kepelabuhan Zil Yasri (kiri) saat diwawancara wartawan di ruang kerjanya, Jum'at (7/10) (Foto:Maulana Abdul Haq/Ekbisbanten.com).

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Gunawan akhirnya angkat bicara terkait adanya Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) senilai Rp711.260.000 juta yang diduga dibiarkan terbengkalai hingga berkarat di pesisir laut dekat dengan PT Sriwi, tepatnya di Jalan Raya Anyer, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

“Jadi, kalau ngeliat kejadian sekarang ini SBNP itu memang beberapa kali mengalami gangguan di laut. Sebetulnya kita ada rencana mungkin akhir-akhir bulan ini, saya coba bantu evakuasi ke sini (kantor-red), apa yang tersisa dari aset itu biar kita tahu dan ada wujudnya,” kata Sekretaris Dishub Kota Cilegon, Gunawan saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (8/10/2021).

Selain mengevakuasi, Gunawan berencana akan melakukan penghapusan SBNP sebagai aset agar terlepas dari pemeliharaan lantaran kondisinya yang sudah rusak.

“Rencana mungkin akhir bulan ini saya sama Pak Zil (Kasi Angkutan Laut dan Kepelabuhan-red) akan mengamankan, karena ada satu proses untuk penghapusan, biar kami sendiri juga terlepas dari pemeliharaan asetnya. Karena kalau dipelihara asetnya seperti itu kan untuk apa juga,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kasi Angkutan Laut dan Kepelabuhan Dishub Kota Cilegon, Zil Yasri menyampaikan alasan mengapa pelampung suara milik Dishub Kota Cilegon tersebut dievakuasi ke daratan.

Menurutnya, pada 10 Desember 2020 lalu SBNP tersebut sempat hanyut terbawa tsunami dan mengalami kerusakan. Berdasarkan data BMKG, dikatakan Zil, kecepatan angin saat itu sekitar 1-20 Knot dan gelombang air laut setinggi 0,5-1,25 meter. Cuaca buruk tersebut berlangsung hingga Mei 2021.

“Jam 9 malam saya ditelpon sama masyarakat sana terus kemudian kita ke TKP besok paginya, sudah kelihatan nyangkut, daripada hilang hanyut ke tengah dan takutnya nanti menggangu arus pelayaran lebih baik saya ambil alternatif lewat darat,” jelasnya.

Kemudian, dengan dalih menyelamatkan aset akhirnya diangkut ke pesisir dekat dengan PT Sriwi pada akhir Januari 2021. Pasalnya, saat itu kondisi SBNP lampunya hilang dan pecah akibat terkena benturan, termasuk dengan tiangnya.

“Saya izin ke PT Sriwi untuk mengangkat barang itu daripada nanti hilang, saya inisiatif izin ke PT Sriwi melalui sekuriti dan komandannya akhirnya dikasih izin, saya bikin surat segala macem trus di-ACC dan dievakuasi,” ujarnya.

Zil juga mengaku, sejak awal SBNP tersebut dievakuasi ke daratan, pihaknya selalu melakukan pengecekan melalui via telepon dengan orang kepercayaannya yang berada di sekitar lokasi untuk memastikan barang tersebut aman.

“Kita cuma kontrol by phone. Karena kalau kesana kan pertama jarak tempuh, kedua saya gak bisa masuk. Sulit betul untuk masuk,” ucapnya.**