Satgas Covid-19: Masyarakat Belum Terapkan Physical Distancing

40
Foto : Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (Humas BNPB/M Arfari Dwiatmodjo).

JAKARTA, EKBISBANTEN. COM – Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan penerapan Physical Distancing masih belum dilaksanakan oleh masyarkat. Hal itu berdasarkan pantauan pihaknya pada pelaksnaan Car Free Day (CFD) di Jakarta dan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Padahal menurutnya penerapan protokol kesehatan melalui Physical Distanting sangat penting untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Tentunya dengan tidak adanya penerapan Physical Distancing tersebut menjadi evaluasi bersama.

“Hari ini kami melakukan pemantauan di beberapa tempat seperti pelaksanaan Car Free Day di Jakarta, masih kita lihat beberapa masyarakat lupa, bahwa physical distancing penting,  ini yang kami mohon untuk menjadi evaluasi kita bersama,” ujar Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (21/6).

Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa physical distancing atau menjaga jarak adalah sesuatu yang mutlak harus dilaksanakan, termasuk protokol kesehatan yang lain seperti memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Selain pelaksanaan CFD di Jakarta, Yuri juga mengungkapkan bahwa protokol kesehatan physical distancing juga masih belum tertib dilaksanakan masyarakat, seperti yang terpantau di sejumlah bandar udara (bandara), khususnya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

“Beberapa bandara udara, Bandar Udara yang akan melaksanakan penerbangan di hari Minggu ini, terutama yang mengarah ke pulau Jawa, kami lakukan pemantauan di Batam, dan di beberapa tempat yang lain, juga demikian. Kita masih melihat, banyak masyarakat yang belum tertib untuk menerapkan physical distancing,” ungkap Yuri.

Lanjutnya, meskipun masyarakat telah menggunakan masker, akan tetapi penerapan Physical Distancing merupakan rutinitas yang penting dan perlu dilaksanakan, terutama ketika berada di ruang publik.

“Sekali lagi, physical distancing adalah sesuatu yang perlu,” tegasnya.

Menurut Yuri, yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, penarapan protokol kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama dan dilaksanakan secara keseluruhan tidak bisa hanya setengah-setengah atau hanya sepotong. Kata dia, upaya untuk memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 memerlukan gotong-royong.

“Penerapan Protokol Kesehatan harus dibutuhkan kerja bersama, terus menerus, tidak terhenti. Semangat kita, gotong royong, menjadi penting untuk saling melindungi, saling menjaga, agar penularan ini bisa kita hentikan,” kata Yuri. (Red02)