Sanuji Minta Izin Usaha bagi Wirausaha Perempuan Cilegon Diprioritaskan

14
DP3AKB

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Perizinan berwirausaha mendapat perhatian khusus oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Pasalnya, dari ribuan usaha yang terdata, tak sedikit yang belum mempunya izin berusaha.

Diketahui, Kota Cilegon telah memiliki 2090 pelaku industri rumahan atau wirausaha perempuan. Di mana, sebagian besar dikelola oleh perempuan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

“Berbicara mengenai manajemen keuangan untuk wirausaha perempuan, pertama yang perlu kita prioritaskan adalah perizinannya. Dari sekitar 2090 orang yang terdata, ada berapa orang yang sudah mendapatkan izin berwirausaha, dalam hal ini data harus di perkuat,” kata Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta pada Pelatihan Manajemen Keuangan untuk Wirausaha Perempuan di Forbis Hotel Cilegon, Kamis (24/03/2022).

“Jadi saya minta kepada para OPD untuk bersinergi dan prioritas perizinan nomor satu, serta persyaratan perizinan harus dipermudah,” imbuhnya.

Selain memprioritaskan perizinan, Sanuji juga meminta kepada para wirausaha perempuan untuk meningkatkan kualitas usahanya. Sebab, menurutnya, kualitas dapat memberi dampak pada hasil usahanya.

“Kemudian menurut saya membangun kualitas adalah hal penting. Penting bagi para wirausaha perempuan disini untuk menjamin kualitas. Jika memiliki kualitas, akan di kejar di manapun, sehingga harus ada komitmen untuk membangun kualitas dalam berwirausaha,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Cilegon Agus Zulkarnain menyampaikan bahwa pada 2021 lalu sekitar 310 orang telah diberikan sosialisasi perizinan usaha.

“Pada tahun 2021 perlu kami sampaikan bahwa 310 orang telah diberikan sosialisasi perizinan usaha pengemasan pemasaran manajemen keuangan dan lain-lain,” ucapnya. 

Kemudian, lanjut Agus sebanyak 480 pelaku industri rumahan telah dilatih di bidang kuliner dan pengemasan serta diberikan modal berupa barang seperti kompor gas, alat vakum makanan dan lain-lain untuk mendukung pemasaran produk dari ibu-ibu peserta pelatihan.

“Agus berharap dari pelatihan tersebut industri rumahan menjadi salah satu alternatif usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan bagi keluarga,” ucapnya.

Sebagai informasi, peserta pelatihan manajemen keuangan untuk wirausaha perempuan itu berjumlah 70 orang yang tersebar di 8 kecamatan serta akan menjadi mitra binaan dari DP3AKB Kota Cilegon.***