Sandiaga Uno Siapkan Travel Bubble di Bali, Warganya Diprioritaskan Vaksinasi

22

JAKARTA, EKBISBANTEN.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengisyaratkan Pulau Bali akan menjadi lokasi pertama dibukanya travel bubble. Sebagai persiapan, dia mengusulkan 70 persen warga Pulau Dewata dipriortiaskan menerima vaksin Covid-19.

“[Penduduk] Bali total ada 4 juta [orang]. Kalau kita dahulukan di Bali bisa 70 persen divaksin, ini akan jadi seperti New Zealand (Selandia Baru) yang sudah bisa dikunci,” ujar Sandiaga dalam webinar Economic Outlook KAHMIPreneur 2021, Minggu (3/1/2021).

Di level global, konsep travel bubble belakangan telah dibahas oleh Pemerintah Selandia Baru. Negara itu menyatakan berkomitmen membuka travel bubble pada kuartal I 2021 asal tidak ada peningkatan wabah yang signifikan pada periode tersebut. Selandia Baru berencana membuka gelembung perjalanan dengan Australia.

Adapun travel bubble adalah pembukaan zona batas lintas negara yang memungkinkan warganya bepergian asal tidak melampaui area yang sudah ditetapkan. Travel bubble memberikan peluang terbukanya pintu kota ke kota antar-dua negara yang menjalin kesepakatan.

Sandiaga mengatakan pemerintah Indonesia sedang menunggu kesiapan Singapura untuk pembukaan travel bubble.

“Kalau Singapura sudah ready, kita bisa pairing dengan Bali,” ucapnya.
Seumpama travel bubble dilaksanakan, Sandiaga menyatakan harus ada ketentuan khusus guna mencegah penyebaran Covid-19. Misalnya, syarat dokumen tes usap atau swab PCR yang menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Bila upaya ini berhasil, Sandiaga mengatakan Bali bisa menyusul Selandia Baru yang mampu menurunkan kasus Covid-19 sekaligus memulihkan perekonomian. “Bisa menjadi pandemic winner,” tuturnya.

Sandiaga menjelaskan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan lini yang paling terimbas pandemi Covid-19. Akibat pagebluk, jumlah kuncungan wisatawan asing selama 2020 turun 70,5 persen ketimbang 2019 atau dari 12 juta menjadi 3,56 juta wisman.

Kondisi ini mengubah target Kementerian pada 2021. Sandiaga menyatakan pihaknya memprediksi jumlah kunjungan pada tahun ini hanya akan berkisar 4-7 juta. Itu pun tergantung pada kondisi kesehatan masyarakat di tengah pandemi yang masih terus berlangsung.

Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, mengatakan upaya pemerintah untuk membuka travel bubble di Bali harus didukung. Sebab, lebih dari separuh perekonomian Pulau Dewata bergantung terhadap sektor pariwisata.

“Kalau Bali berhasil, skema travel bublenya bisa dikembangkan ke NTB (Nusa Tenggara Barat), NTT (Nusa Tenggara Timur),” ucapnya.

Faisal Basri menyebut praktik travel bubble merupakan kebijakan yang lazim dilakukan pelbagai negara di masa pandemi. Ia mencontohkan Cina yang saat ini sudah membuka travel bubble dengan Korea Selatan. (*/Raden/Bisnis)