Saluran Irigasi di Belakang Pasar Kranggot Cilegon Kembali Dipenuhi Sampah, Kepala UPTD Persampahan Jombang-Purwakarta: Ini Ranahnya DPU-TR

10
Sampah
Saluran irigasi di Pasar Kranggot Cilegon penuh sampah hingga mengeluarkan aroma tidak sedap. (FOTO: MAULANA/EKBISBANTEN.COM).

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Sampah di saluran irigasi di belakang Pasar Kranggot, Jombang, Kota Cilegon kembali menumpuk. Berbagai jenis sampah mulai dari plastik, hingga kayu terlihat memenuhi sepanjang saluran irigasi tersebut.

Berdasarkan pantauan, irigasi yang sebagian telah mengering itu selain dipenuhi sampah, juga dipenuhi oleh rerumputan sehingga kondisinya tampak tidak terurus dengan baik.

Akibatnya, di beberapa ruas saluran irigasi tersebut mengeluarkan aroma tidak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan sampah yang sudah lama tidak dibersihkan tersebut.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Kranggot, Saman mengungkapkan bahwa tumpukan sampah di saluran irigasi tersebut sudah hampir satu tahun tidak dibersihkan.

“Sudah setahunan. Sudah lama kira-kira ya hampir satu tahunan lah,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (9/5/2022).

Menurut Saman, sampah itu berasal dari ujung saluran irigasi yang terbawa aliran air, bukan dari para pedagang. Pasalnya, sampah dari para pedagang telah memiliki tempatnya sendiri yang diangkut setiap hari oleh petugas kebersihan.

“Dari aliran sana ngalir ke sini. Kalau pedagang sampahnya diambilin sama motor sampah setiap hari dan bayar iuran Rp 2.000-5.000,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Redha Badaruddin menjelaskan, terkait penanganan sampah pihaknya telah mengalihkan semua fasilitas sarana-prasarana penangan sampah kepada setiap UPTD Persampahan.

“Terkait tumpukan sampah di irigasi Pasar Kranggot dari DLH telah menginstruksikan kepada UPTD Persampahan setempat untuk selalu dibersihkan. Semua fasilitas sarana prasarana persampahan sudah di alihkan ke semua UPTD Persampahan seperti armada truk, cator, SDM penyapu dan pengangkut dan peralatan-peralatan kebersihan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan Wilayah Jombang-Purwakarta, Hukmatullah menerangkan bahwa selama sampah itu berada di dalam saluran irigasi pihaknya tidak bisa mengambil tindakan.

Oleh karena itu, persoalan penanganan sampah di saluran irigasi tersebut, kata Hukmatullah, pihaknya perlu berkoordinasi dengan Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kota Cilegon.

“Kalau terkait masalah itu ranahnya ranah PU (DPU-TR) bagian pengairan. Artinya kita sebagai UPTD ibaratnya tidak bisa mengambil tindakan sendiri, jadi gak bisa langsung mengangkut sampah yang posisinya ada di irigasi, karena itu ranahnya ranah pengairan,” katanya.

“Untuk masalah pengangkutan kita ketika sampahnya sudah ada di atas tanah, tapi kalau posisinya masih di atas pengairan itu kita tidak bisa mengambil tindakan,” sambungnya.

Hukmatullah mengaku tidak pernah tinggal diam dengan persoalan sampah di saluran irigasi tersebut. Dia mengatakan sudah sering berkoordinasi hingga bersurat dengan DPU-TR Kota Cilegon, namun tak kunjung ada jawaban.

“Kalau terkait masalah laporan sudah dari dulu sih. Artinya kita juga sudah menyampaikan ke PU harus adanya kerjasama tapi sampai sekarang pun ibaratnya masih begitu-begitu aja, ya kita juga bukan nyalahin tapi artinya kita juga harus bareng-bareng lah,” ujarnya.

Hukmatullah membantah bahwa sampah di saluran irigasi tersebut tidak dibersihkan sudah hampir setahun. Dia mengungkapkan, pihaknya telah membersihkan beberapa bulan yang lalu.

“Kurang lebih ada 2-3 bulan. Terakhir dibersihkan waktu pas Jum’at bersih kalau gak salah waktu sama Pak Wali, akhir tahun kemaren itu. Cuma masalahnya kita juga tidak bisa nyalahin pengairan, tergantung dari masyarakatnya juga,” ungkapnya.

Dia juga memastikan bahwa tumpukan sampah di saluran irigasi tersebut bukanlah dari para pedagang yang berjualan di Pasar Kranggot, melainkan dari luar pasar bahkan luar Kota Cilegon.

“Terkait masalah sampah itu 100 persen bukan dari pasar. Jadi ada sebagian dari luar daripada pasar, ada juga dari luar Cilegon, luar Jombang kadang-kadang buang sampahnya di situ, mungkin tambahan dari hujan kebawa airnya. Dipastikan bukan dari pedagang. Kalau pedagang mah ada tempat sampahnya,” tutup Hukmatullah.***