Saat Pandemi, Disnaker Catat Angka Pengangguran di Cilegon Meningkat

22
Foto: Ilustrasi Pengangguran (Dok/Net)

CILEGON/EKBISBANTEN.COM – Badai pandemi Covid-19 yang menerjang Indonesia dari tahun 2020 hingga saat ini telah melumpuhkan sandi perekonomian. Akibatnya, banyak perusahaan yang terpaksa merumahkan sebagaian karyawannya. Hak tersebut membuat angka pengangguran termasuk di Kota Cilegon mengalami peningkatan.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri (KASI PENTA) Disnaker Kota Cilegon Wawan Gunawan mengungkapkan, bahwa saat ini angka pengangguran di Kota Baja mengalami peningkatan menjadi 12,6 persen yang sebelumnya hanya 9,68 persen.

Data tersebut, merupakan hasil yang diberikan okeh pihak Badan Pusat Statistik (BPS) kepada pihaknya. Ia menyebutkan, penyebab meningkatnyaangka pengangguran merupakan dampak dari wabah Covid-19 yang berujung pada mengurangnya lapanag pekerjaan. Selain itu, faktor lainnya adalah tingkat pendidikan masyarakat.

“Meningkatnya jumlah pengangguran di Cilegon itu kan ada banyak faktor. Misalnya, jumlah lapangan pekerjaan yang tidak sesuai dengan jumlah para pencari kerja. Lapangan kerja butuhnya1.000, jumlah pencaker nya 5.000. Terus juga dari faktor pendidikan, perusahaan A misalnya, butuh tenaga kerja S1akuntansi tapi dari pencari kerja tidak ada yang memenuhi kualifikasi. Itukan bukan salah kita juga “. Kata wawan, Rabu (4/8).

Kalau dikalkulasikan melalui angka. Maka angka pengangguran di Kota Cilegon hari ini yang mencapai 25.976 orang. Angka tersebut merupakan akumulasi yakni bukan semuanya warga Cilegon melainkan juga ada warga pendatang.

” kalau melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) itu jumlah pengangguran kan ada 25.976 orang, laki-laki ada 19.285 dan perempuan ada 6.691. Nah ini bukan seluruhnya masyrakat cilegon, ada juga yang pendatang. Jadi angka segitu itu campur, bukan murni orang cilegon aja” ujarnya.

Untuk menekan angka pengangguran. Pihaknya meminta semua pihak untuk saling bahu membahu baik dari pemerintahan, tenaga pendidik dan masyarakat. Karena, semua elemen punya perenan penting dalam mengurangi angka pengangguran.

“Permasalahan pengangguran ini bukan hanya menjadi tanggung jawab disnaker aja, tapi semua element mulai dari pemerintahan, tenaga pendidik sampai masyarakat punya tanggung jawab yang sama. Kan cikal bakalnya juga dari dasarnya dulu, pihak sekolah mampu ga nih menyiapkan siswa-siswinya yang berkompeten untuk mampu bersaing di dunia pekerjaan. Terus juga orang tua punya peran dalam menanamkan Attituide yang baik kepada anaknya, kan di dunia pekerjaan etika juga bakalan kepake,” tutupnya. (Ocit)