RUPSLB Bank BJB Singgung Penggabungan Dengan Bank Banten

37

EKBISBANTEN.COM – Bank BJB menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 dengan pembahasan perubahan anggaran dasar, pengangkatan Direktur Komersial dan UMKM, serta laporan perkembangan uji tuntas (due diligence) atas rencana penggabungan atau pengambilalihan usaha Bank Banten.

Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank bjb Widi Hartoto mengatakan, proses uji tuntas terkait rencana penggabungan atau pengambalihan usaha Bank Banten, disampaikan dalam RUPSLB tersebut bahwa saat ini prosesnya masih belum selesai. 

“Seluruh proses uji tuntas tersebut senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan peraturan peraturan-undangan yang tepat dengan mengutamakan kepentingan seluruh pemangku kepentingan,” kata Widi di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (1/9).

Selain itu, pembahasan perubahan anggaran dasar adalah langkah perseroan dalam rangka penyelarasan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang berlaku. Kemudian dalam RUPSLB tersebut juga mengangkat seseorang Nancy Adistyasari untuk mengisi jabatan sebagai Direktur Komersial dan UMKM. 

“Sosok Nancy terbilang familiar di industri perbankan nasional, telah berkarir sejak lama sebagai bankir di Bank Mandiri, dengan jabatan terakhir Senior Vice President Commercial Banking Bank Mandir,”

Telah lengkapnya jajaran Direksi kata Widi, menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan kredit Perseroan dengan lebih optimal, terutama di segmen Komersial dan UMKM, dengan tingkat risiko yang terkelola dengan baik.

“Dalam rangka berkontribusi dan melengkapi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, bank bjb senantiasa mengoptimalkan penyaluran kredit terutama kredit produktif di segmen komersial dan UMKM sehingga roda perekonomian dapat kembali berputar, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang memadai,” kata Widi.

Situasi pandemi COVID-19 telah sedemikian rupa memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Namun, bank bjb dapat merespon kondisi tersebut dengan baik yang menunjukkan kinerja Perseroan yang mampu mencatatkan pertumbuhan kredit 9,8 persen yoy menjadi Rp 85,8 triliun. Laba bersih perseroan sendiri pada semester I 2020 tercatat sebesar Rp808 miliar. (*/Raden)