RUPS Jamkrida Banten Bagikan Deviden Rp1,8 Miliar

55
Direktur Utama Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman (kiri) didampingi Direktur Jamkrida Banten Ahmad Rohendi (kanan) saat pemaparan hasil RUPS PT jamkrida Banten di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis 7 April 2022. (FOTO: ISMATULLAH / EKBISBANTEN.COM)

SERANG, EKBISBANTEN.COM- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten Tahun 2021 menyepakati pembagian deviden sebesar Rp1,8 miliar.

Pembagian deviden perusahaan penjaminan milik Pemprov Banten ini meningkat sekitar Rp500 juta dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp1,3 miliar.

Demikian diungkapkan Direktur Utama Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman didampingi Direktur Jamkrida Banten Ahmad Rohendi kepada wartawan di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis 7 April 2022.

Hendra mengatakan, pembagian deviden itu diperoleh dari laba bersih perseroan sepanjang tahun 2021 sebesar Rp4,6 miliar. Perolehan laba itu meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,2 miliar.

“Posisi laba kami pada 2021 sebesar Rp4,6 miliar. (Laba) itu kemudian dipergunakam sebagian untuk bayar pajak karena kita objek pajak, sebagian dibayarkan untuk membayar deviden, cadangan dan lain-lain. Kami juga membagi CSR sebesar Rp185 juta yang nanti akan kami laporkan dan konsultasikan dengan pemegang saham,” kata Hendra Indra Rachman.

Hendra mengatakan, pembagian deviden yang disetor Jamkrida Banten pada 2021 meningkat dari target yang diberikan pemegang saham sebesar Rp1,5 miliar.

“Deviden untuk pemegang saham mendapatkan angka Rp1,8 miliar. Itu nanti akan dibagi antara pemegang saham mayoritas (Pemprov Banten) 90,7 persen dan 9,3 persen milik PT BGD (Banten Global Development),” katanya.

Rinciannya Hendra mengatakan, deviden Rp1,7 miliar untuk Pemprov Banten dan sisanya untuk PT BGD.

“Deviden ini segera akan kami tunggu aktanya dari notaris secara lengkap dan secara administratif sudah siap akan segera kami bagikan devidennya,” jelas Hendra.

Sementara itu Direktur Jamkrida Banten Rohendi mengatakan, selain laba yang meningkat, total volume penjaminan Jamkrida Banten pada 2021 melejit cukup drastis.

“Volume penjaminan Jamkrida Banten 2019 itu Rp2,6 triliun, tahun 2020 itu 2,3 trilun karena Covid-19. Tapi tahun 2021 melonjak menjadi Rp13,1 triliun,” katanya.

Sedangkan lanjut Rohendi, selama tahun 2021 pembayaran klaim jamkrida Banten senilai Rp5-6 miliar per bulan.

“Rata-rata pembayaran klaim itu rata-rata 5-6 miliar. Klaim yang kita bayar itu memang yang kayak kita bayar,” pungkasnya.***