Rugi Bank Banten Naik Jadi Rp145,7 Miliar di Kuartal III/2021

164
MEGAH: Kantor Bank Banten Cabang Khusus Serang, Jumat (28/5). Foto: Ismatullah / Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) kembali melaporkan kinerja keuangan yang merugi untuk periode bulan yang berakhir pada 30 September 2021.

Hal itu berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan dilaman resmi Bank Banten, Selasa (2/11/2021).

Berdasarkan laporan keuangan Bank Banten kuartal III/2021 unaudited, perusahaan plat merah tersebut membukukan rugi periode berjalan setelah pajak bersih sebesar Rp145,70 miliar.

Angka kerugian emiten yang dulu bernama Bank Pundi ini meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp137,9 miliar.

Pendapatan bunga bersih tumbuh 13,15 persen secara tahunan (yoy) menjadi sebesar Rp41,71 miliar.

Selain itu, pendapatan operasional selain bunga meningkat 11,36 persen secara yoy menjadi Rp24,98 miliar.

Namun, beban operasional selain bunga perseroan membengkak 27 persen menjadi Rp253,14 miliar. Sehingga rugi operasional Bank Banten naik 33,55 persen yoy menjadi Rp186,44 miliar.

Dalam siaran pers yang diterima Ekbisbanten.com, Selasa (2/11/2021), Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin mengakui kinerja Bank Banten hingga September 2021 masih cukup menggembirakan walau masih membukukan kerugian.

“Mengingat, kami baru mulai melakukan ekspansi per Juni 2021, satu bulan pasca pencabutan status Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) oleh OJK,” ungkap Agus dalam keterangan tertulis.

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Banten mencatat kredit yang disalurkan turun 16,6 persen secara year to date (ytd) menjadi Rp3,15 triliun.

“Kami kini terus menerus melakukan pendekatan kepada nasabah agar dapat menumbuhkan kembali kepercayaan kepada Bank Banten,” katslanya.

Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Banten mengalami peningkatan signifikan 44 persen yoy menjadi Rp3,71 triliun. Pertumbuhan DPK tersebut ditopang dari kenaikan dana murah (CASA), sehingga mendorong rasio CASA dari 23 persen pada akhir Desember 2020 menjadi 44,6 persen per 30 September 2021.

Selanjutnya, Bank Banten mencatatkan total aset per 30 September 2021 sebesar Rp7,21 triliun, meningkat dari posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp5,33 triliun. Ekuitas perseroan per September 2021 tercatat naik sebesar 2,20 persen menjadi Rp1,39 triliun dari Rp1,36 triliun di tahun 2020.

“Peningkatan aset dan ekuitas ini seiring dengan program transformasi Bank Banten yang berbasis digital, kualitas pelayanan nasabah serta mengimplementasikan praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) untuk membalikkan kinerja (turnaround management) guna memulihkan kinerja bisnis perseroan di masa mendatang,” pungkasnya.**