Ruang Kerja DPRD Kota Serang Ditempel Braille Teks Untuk Tunanetra

30
Ketua Umum Koreda Banten Ridwan (memakai kemeja kotak-kotak) sedang menjelaskan fungsi dari Braille Teks

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Komunitas Area Disabilitas (Koreda) menempelkan alat bantu braille teks untuk penyandang tunanetra di Ruang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang.

Aksi simpatik yang dilakukan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Serang ke-13 ini mendapat apresiasi dari Skertaris Dewan (Setwan) DPRD Kota Serang Moch Ma’mun Chufori.

Ia mengatakan, pemasangan braille teks ini selain memudahkan para disabilitas khususnya tunanetra menemukan ruangan kerja anggota DPRD Kota Serang, guna mewujudkan Kota Serang yang ramah disabilitas.

“Saya sangat mengapresiasi sekali karena teman-teman mau peduli dan kreatif untuk membuat para penyandang disabilitas tunanetra agar mampu mendapatkan informasi ruangan untuk penyandang tunanetra,” kata Moch Ma’mum Chudori, Senin (10/8).

Ketua Umum Koreda Banten Ridwa mengatakan, penempelan braille teks ini merupakan hadiah untuk Kota Serang pada hari jadinya yang ke-13. Ia juga berharap agar braille teks ini dapat bermanfaat dan dipergunakan sebagai mana mestinya.

“Semoga ini menjadi hadiah yang sangat bermanfaat di HUT Kota Serang yang ke-13 ini dan kedepanya Kota Serang mampu mewujudkan apa yang di harapkan teman-teman penyandang disabilitas,” ujar Ridwan.

Selain di depan ruangan DPRD masih kata Ridwan tim Koreda juga berencana akan menempelkan braille teks ini di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang sekaligus sweeping pada ruangan yang memang belum ramah bagi para penyandang disabilitas.

“Semoga dengan apa yang kami lakukan ini mampu menyandarkan para pemangku kebijakan tertinggi di Kota Serang, agar bagaimana caranya meraka patut disetarakan hak nya,” tuturnya

“Koreda Banten akan terus mengawal peraturan daerah disabilitas yang telah diketuk untuk segera diperwalkan, dan dari situ langkah awal kita untuk mewujudkan Kota Serang ramah disabilitas. Semoga harapannya di ulang tahun ini menjadi doa yang dapat terwujud di esok hari,” tutup Ridwan. (Yohana)