Ridwan Kamil Izinkan Bank BJB Ekspansi ke Seluruh Indonesia

201
FOTO: ISMATULLAH / EKBISBANTEN.COM

BANDUNG, EKBISBANTEN.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengizinkan
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten, Tbk (Bank BJB) melakukan ekspansi ke seluruh Indonesia. Tujuannya untuk memperluas layanan perbankan kepada warga di daerah dan memperkuat ceruk bisnis lebih besar.

“Dengan keberhasilan yang luar biasa ini yang pertama kami meminta 2021 ini Bank BJB untuk ekspansi ke seluruh Indonesia,” kata Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi dan Komisaris Utama Independen Bank BJB Farid Rahman usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB Tahun Buku 2020 di Ballroom The Trans Luxury Hotel Trans Studio Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat pada Selasa (6/4).

Emil menyebut, sepanjang tahun 2020 kinerja keungan Bank BJB sangat membanggakan. Bank dengan kode saham BJBR tersebut berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp1,6 triliun dengan perolehan deviden Rp950 miliar.

“Kami menerima laba bersih sebesar Rp1,6 triliun. Ini sangat besar dan akan dikembalikan ke kami (deviden) sekitar Rp950 miliar. Dan itulah contoh perusahaan yang sangat sehat,” katanya.

Dengan keberhasilan tersebut lanjut Emil membuat kapasitas Bank BJB menjadi lebih siap dan memadai untuk melakukan ekspansi bisnis.

“Jadi insyaAllah Bank BJB akan menjadi bank yang hadir di seluruh Indonesia dengan semangat di 2021 ini,” katanya.

Adapun bentuk ekspansi yang dilakukan berupa pendirian kantor-kantor cabang terutama di daerah bagian timur.

“Eksapansi saya izinkan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) dahulu, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana bikin kantor cabang, sehingga ekonomi-ekonomi di daerah kuat, lekat dengan Bank BJB,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, pihaknya siap mendukung langkah Gubernur Jawa Barat melakukan ekspansi ke seluruh Indonesia.

“Beliau menginginkan di beberapa Provinsi lagi dalam rangka untuk melakukan ekspansi, khususnya pembiayaan dan ini tentu kami dukung. Karena saat ini Bank BJB sudah berada di 14 Provinsi mulai dari Sumetara di Medan sampai dengan Makasar,” kata Yuddy.

Namun demikian Yuddy mengaku, pihaknya tetap akan memilih beberapa destinasi daerah yang menjadi konsen atau lumbung-lumbung finansial yang bisa dibiayai oleh Bank BJB.

“Misalnya kami saat ini sudah minta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membuka cabang di NTB, juga mendukung dalam rangka persiapan Mandalika menjadi daerah destinasi wisata, kita ada di sana. Karena apa? Karena digitalisasi kita itu sudah jauh lebih bagus dari beberapa bank,” katanya.

“Bahkan sudah menyamai Bank BCA dan bebera bank himbara besar lainnya. Jadi tidak ada kendala buat BJB berada dimanapun,” terang Yuddy.

Selain akan membuka kantor cabang di NTB dan NTT, Yuddy menambahkan Bank BJB juga akan ekspansi ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Jadi 14 Provinsi tadi pak Gubebrnur (ingin) ada di NTB. Dan Bangka Belitung juga sudah menyatakan keinginannya untuk Bank BJB ada di sana. Bahkan beberapa daerah lainnya menyatakan keinginannya ada bank bjb ada di destinasi-destinasi atau kantong-kantong orang Jabar banyak di sana. Bahkan kita sudah ada kerjasama E-tax dengan Binjai Kabupaten daerah tingkat dua di Sumatera. Nanti dengan kota madya Medan kita juga akan ada kerjasama,” pungkasnya. (ismet)