Selasa, 28 Mei 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Banten 2025-2045, Layakkah Sebagai Panduan Menyejahterakan Rakyat

| 21 September 2023

| 13:14 WIB

Bambang D. Suseno, Peneliti pada Puslit Demografi, Ketenagakerjaan dan Daya Saing Kawasan/ Dosen Program Magister Manajemen Universitas Bina Bangsa.

Penulis: Bambang D. Suseno – Peneliti pada Puslit Demografi, Ketenagakerjaan dan Daya Saing Kawasan/ Dosen Program Magister Manajemen Universitas Bina Bangsa

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 18/9/2023 para pimpinan perguruan tinggi di Provinsi Banten diundang oleh Pejabat Gubernur untuk berpartisipasi pada diskusi terfokus membahas rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)Banten 2025-2045.

Dengan waktu yang relatif singkat yakni hanya sekitar empat setengah jam tidaklah cukup memadai untuk mendisikusikan sebuah skenario besar, kompleks, multiaspek, jangka panjang, sumber daya yang besar dan kolaborasi antar pemerintah daerah dan residu problematik yang tidak terselesaikan pada periode sebelumnya.
RPJPD dapat dianalogkan dengan lari marathon yang memerlukan persiapan fisik, strategi, daya tahan, sumber daya, pelatih, pemahaman medan, dan ketangguhan mental. Jika prasyarat dipenuhi, peluang terelaisasi ketercapaian seluruh indicator akan semakin besar.

Namun sebaliknya juga kegagalah akan terjadi jika seluruh prasyarat tidak terpenuhi. Jajaran Pemerintah Provinsi Banten perlu diingatkan kegagalan program-program Sustainable Development Goals (SDGs) dimana tantangan serius dalam mencapai target-target SDGs pada tahun 2030. Saat ini, hanya ada sedikit kemajuan yang telah dicapai, dan diperkirakan bahwa 90 persen dari target SDGs tidak akan tercapai pada tahun tersebut. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan waktu tambahan sekitar 42 tahun.

Capaian RPJPD 2000-2025
Dalam menyusun rencana jangka panjang daerah untuk periode 2025-2045, sangat penting untuk memulainya dengan menganalisis data capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah periode 2000-2025.

Langkah ini akan membantu memahami sejauh mana target dan tujuan yang telah ditetapkan dalam periode sebelumnya telah tercapai, serta mengidentifikasi pelajaran dari keberhasilan dan ketidakberhasilan yang terjadi selama periode tersebut.
Sementara acuan capaian pada RPJPD 2025-2045 dari kerangka acuan kerja yang diterima oleh para pimpinan perguruan tinggi hanya tahun tunggal yakni tahun 2022.

Agar tidak misleading maka paradigma dan lesson learn secara pola capaian RPJPD sebelumnya akan dengan mudah dilihat pola ketercapaian secara sektoral maupun agregat. Keberhasilah capaian yang tinggi, sedang , rendah atau gagal dilaksanakan.

Dalam konsep perencanaan stategis (Yadav, 2020) bahwa proses penyusunan rencana jangka panjang adalah. Pertama, evaluasi capaian RPJP/RPJM terdahulu melalui analisis data dan capaian RPJP/RPJM Daerah periode 2000-2025.

Tinjau secara rinci proyek-proyek dan program-program yang telah dilaksanakan, anggaran yang digunakan, serta hasil yang telah dicapai. Identifikasi sejauh mana target dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJP/RPJM terdahulu telah terpenuhi. Kedua, identifikasi keberhasilan dan tantangan dengan mencatat seluruh keberhasilan yang telah dicapai selama periode 2000-2025, seperti peningkatan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan lainnya.

Selain itu, identifikasi juga tantangan, hambatan, atau ketidakberhasilan yang terjadi selama periode tersebut, seperti masalah lingkungan, ketimpangan sosial, atau ketidakseimbangan pembangunan.
Membangun ekosistem
RPJPD Provinsi Banten untuk tahun 2025-2045 harus memiliki fokus yang kuat pada mengintegrasikan berbagai aspek penting seperti ekosistem sektoral, spasial, sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi, dan perangkat regulasi. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencapai skenario tersebut:

(1) Pengembangan Ekosistem Sektoral

Provinsi Banten perlu mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang memiliki dampak signifikan terhadap ekosistem dan lingkungan. Langkah-langkah harus diambil untuk mengelola sektor-sektor ini secara berkelanjutan, termasuk pengembangan teknologi hijau, regulasi yang ketat, dan promosi praktek berkelanjutan.

(2) Pemetaan Spasial

Melakukan pemetaan spasial yang cermat untuk mengidentifikasi area yang sensitif secara lingkungan dan ekologis. Zonasi yang tepat harus diterapkan untuk melindungi ekosistem yang rentan terhadap kerusakan.

(3) Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Mengelola sumber daya alam provinsi secara bijaksana dengan memperhitungkan keberlanjutan jangka panjang. Ini mencakup praktik-praktik pertanian berkelanjutan, pengelolaan hutan yang bijaksana, dan pengembangan energi terbarukan.

(4) Pengembangan Sumber Daya Manusia

Melakukan investasi dalam pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia dengan fokus pada keberlanjutan. Mendorong kesadaran lingkungan dan mempromosikan pekerjaan yang berhubungan dengan lingkungan dapat membantu menciptakan tenaga kerja yang lebih berwawasan lingkungan.

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Scroll to Top