Rektor Untirta: Kami Siap Bermitra Dengan Penggerak Wisata Halal

15
Objek Wisata Religi Kesultanan Banten/Foto/Raden/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Rektor Universitas Sulta Ageng Tirtayasa (Untirta) Fatah Sulaiman, siap berkolaborasi dengan seluruh pihak yang mendukug pembangunan industri pariwisata halal.

“Untirta sebagai kampus Jawara siap bermitra dengan penggerak wisata halal,” kata Fatah dalam dialog bertema “Banten destinasi wisata halal dunia” yang digelar Dinas Pariwisata Banten melalui aplikasi zoom, Kamis (25/3).

Dikatakan Fatah, sebagai kampus yang mempunyai sebutan kampus Jujur, Adil, Amanah, Religius, Akuntabel (JAWARA), perspektif halal harus diperluas pemaknaannya.

“Artinya seluruh komponen harus diatur, mulai dari makanan yang di konsumsi tidak berbahaya atau beracun, sehingga aman bagi semua, kemudian lingkungan sekitar juga harus mendukung. Karena islam itu rahmatan lilalamin,” ujar Fatah.

Sementara itu, Direktur PT Banten West Java Tourism Development (KEK Tanjung Lesung) Poernomo Siswoprasetijo sebagai pelaku di indusutri pariwisata menyebut, Banten punya pasar yang cukup besar di sektor pariwisata, dengan memaksimalkan peluang tiga pintu besar akses wisatawan asing masuk yaitu, dari Bali, Jakarta dan Batam.

“Kemudian kita harus tau bagaimana cara mengarahkan wisatawan ini untuk tertarik terhadap seven wonder yang ada di Banten, supaya budaya kita bisa terkenal di dunia luar,” jelasnya.

Lanjut Poernomo, hal yang perlu ditingkatkan saat ink yaitu, promosi kepada generasi muda supaya lebih mengenal objek wisata di Banten seperti Krakatau, Taman Nasional Ujung Kulon, Baduy, Banten Lama dan lain sebagainya.

“Kita butuh influenzer terhadap pasar wisata yang cukup besar di Banten ini, perannya ada di generansi muda ini untuk membangun brand konsep wisata halal yang ramah terhadap muslim,” jelasnya.

Di lain pihak, Wakil Gubernur Banten Adika Hazrumy mengatakan, target pertama dalam membangun wisata halal ini, provinsi Banten ini harus masuk sebagai 10 besar provinsi yang punya destinasi ramah muslim.

“Kita punya 344 wisata alam seperti laut, air terjun, gunung, serta 591 wisata religi dan 231 wisata buatan,” jelas Andika.

“Karenanya pemulihan industri ramah muslim, perlu adanya strategi pentaheliks dimana seluruh komponen pemerintahan dan media masa turut membangun sektor pariwisata halal,” Andika menutup. (Raden)