Raup Kontrak Pengelolaan 1.619 Kilometer, Jasa Marga Raja Jalan Tol Indonesia

27
Tol Manadu Bitung (Jasa Marga)

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), terus memacu pengelolaan jalan tol di seluruh Indonesia dengan raihan sejumlah kontrak baru.

Hingga 28 November 2020, perusahaan pelat merah ini mencatatkan kontrak pengelolaan 37 ruas tol dengan total panjang 1.619 kilometer.

Menyusul pengelolaan  Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar sepanjang 29 kilometer yang secara resmi telah beroperasi pada Sabtu (28/11/2020).

PT Waskita Bumi Wira sebagai pemegang konsesi, mempercayakan pengelolaan tol di Jawa Timur tersebut kepada JMTO.

“Dari total kontrak 37 ruas tol tersebut, 33 ruas tol di antaranya atau 1.485 kilometer telah beroperasi. Termasuk Seksi 1-3 Krian-Legundi-Bunder-Manyar,” terang Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur, dilansir Kompascom, Sabtu (28/11/2020).

Dari kontrak pengelolaan jalan tol ini, Jasa Marga menargetkan prognosa revenue hingga Desember 2020 senilai Rp 1,5 triliun.

Tak hanya mengelola, Perseroan juga tercatat sebagai pemilik konsesi jalan tol sepanjang  1.191 kilometer.

Ruas tol terbaru yang dimiliki dan sudah beroperasi adalah Jalan Tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu dan Tol Pandaan-Malang Seksi V (Pakis-Malang). Dengan pencapaian ini, Jasa Marga tampil sebagai perusahaan yang menguasai pengelolaan dan kepemilikan jalan bebas hambatan terpanjang se-Indonesia.

Laba Bersih

Adapun performa keuangan hingga Kuartal III-2020, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mampu mencetak pertumbuhan positif. Di segmen laba bersih, Jasa Marga membukukan nilai sebesar Rp 157,6 miliar.

Demikian halnya dengan aset yang terus tumbuh berkat peningkatan progres penyelesaian jalan tol baru. Besaran pertumbuhan aset tersebut sekitar 3,8 persen lebih tinggi ketimbang tahun 2019, dengan angka terbaru Rp 103,5 triliun.

Perseroan berkomitmen untuk terus menjaga kinerja agar tetap positif di tengah Pandemi Covid-19. Di antaranya, melakukan upaya efisiensi di beberapa bagian seperti beban usaha dan pengendalian capital expenditure atau belanja modal Perseroan, baik operasional maupun pengembangan usaha.

Sumber: Kompas.com