Raup Dana Rp1,8 Triliun Bank Banten Pede Salip BJBR dan BJTM

62
Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarudin. (Foto/Ismet/Ekbisbanten.com)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – PT Bank Pembangunan Banten Tbk atau Bank Banten sukses meraup dana sebesar Rp1,8 triliun usai menggelar rights issue, yang akan dipakai untuk ekspansi bisnis.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarudin menuturkan, dengan adanya rights issue ini merupakan salah satu cara untuk memperkuat sisi permodalan serta likuiditas, termasuk melampaui emiten saham Bank Jawa Timur (BJTM) dan Bank Jabar dan Banten (BJBR).

“BJBR sudah 60 tahun usianya harga sahamnya 1.500 an dan BJTM usianya 50 tahun lebih harga sahamya 600 an sementara itu BEKS baru 5 tahun harga sahamnya 100 an. Kalau sisi ekonomi Banten bagus BEKS punya peluang, ternyata saat triwulan kedua dan ketiga kinerja BEKS meningkat bahkan sekarang kita kebanjiran liquiditas,” kata Agus dalam agenda ngobrol santai bareng mitra dengan tema “21 Tahun Provinsi Banten, Bagaimana Peran BUMD dan Perekonomian” yang di gelar Pokja Ekbispar Banten di Hotel Nunia Kota Serang, Jumat (15/10).

Agus menjelaskan, perusahaan yang menyatakan komitmennya untuk membeli saham Bank Banten dengan nilai Rp 1,8 triliun itu adalah konsorsium group Mega Karya Anugrah (MKA).

“Perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan yang ada di kawasan Jogjakarta Jawa Tengah, dan mereka sudah menyiapkan dana Rp1,8 triliun untuk membeli saham kita di rights issue ini,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Bank Banten melaksanakan rights issue dengan menerbitkan 23,9 miliar lembar saham baru tipe C, dengan harga pelaksanaan Rp77 per saham. Masing-masing diberi nominal sebesar Rp50.

“Akhirnya banyak investor yang akhirnya yang kemungkinan tidak masuk dalam PUT 7 ini, tapi kemudian di PUT 8 akan masuknya, meski demikian kita masih cukup optimis sebab banyak sekali investor konsorsium yang ingin masuk ke PUT 7 ini, dan batas Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) kita hanya sampai tanggal 21 Oktober 2021,” jelas Agus.

Nantinya, kata Agus dana tersebut akan digunakan sebesar 65 persen untuk penyaluran kredit masyarakat dan 35 persen untuk penguatan struktur keuangan.

“Saya kira hal itu yang memotivasi dan mendasari kami untuk terus mengupayakan penguatan modal ini bisa kita lakukan, karena kami punya rencana bisnis kedepan yang semakin bagus lagi termasuk dengan pengembangan BEKS menjadi bank digital dengan menggandeng amazon,” pungkasnya. (Raden)