Ratusan Koperasi di Cilegon Tidak Aktif, Kadiskop UMK Dorong untuk Rutin Laksanakan RAT

22
Koperasi Cilegon
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Kecil (Diskop UMK) Kota Cilegon Agus Ubaidillah. (Foto: Istimewa)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Kecil Kota Cilegon Agus Ubaidillah mengatakan, ada ratusan koperasi di Kota Cilegon yang tidak aktif. Koperasi yang tidak aktif tersebut lantaran persoalan internal koperasi.

Diketahui dari data base yang ada, tercatat ada 630 koperasi yang ada di Kota Cilegon. Namun dari jumlah tersebut, hanya 300 koperasi yang aktif.

“Data base yang ada 630, kemarin kita review data base secara manual angkanya 630 itu. Hasil review data base yang dilakukan pendamping koperasi masih manual sifatnya itu 330 yang aktif,” katanya kepada wartawan, Kamis (17/3/2022).

Agus menyampaikan, penyebab ratusan koperasi tersebut tidak aktif salah satunya karena tidak rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Menurut Agus, RAT yang merupakan kewajiban dari setiap koperasi penting dilakukan. Pasalnya di dalam RAT tersebut akan dibahas segala hal yang berkaitan dengan manajemen koperasi.

“Koperasi ini kan lagu wajibnya RAT, artinya kita dorong koperasi itu sesuai amanat undang-undang bahwa koperasi harus RAT, kalau gak RAT dapat dikategorikan dalam tanda kutip ini ada apa, berarti tidak aktif,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya mendorong ratusan koperasi yang tidak aktif tersebut agar rutin melaksanakan RAT dan memperbaiki manajemennya demi koperasi di Kota Cilegon bangkit dan aktif kembali.

“Koperasi ini kan tadi yang kita sebut itu kekuasaan tertingginya ada di RAT, jadi koperasi harus RAT karena di situ dibahas oleh pengurus, anggota, program apa saja, risiko apa saja, kinerja pengurusnya dibahas di situ. Jadi RAT itu kuncinya, jangan sampai tidak RAT orang itu lagu wajib. Itu alat kontrol pengurus, keuangan, jangan sampai dilewati,” ucapnya.***