Ratusan Guru PAUD dan TK Swasta di Kota Cilegon Telah Terlindungi BP Jamsostek

19
Guru PAUD
Ratusan tenaga pengajar dari 47 PAUD dan 24 TK Swasta, yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Cilegon telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. (FOTO: ISTIMEWA).

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Ratusan tenaga pengajar dari 47 PAUD dan 24 TK Swasta, yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Cilegon telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Diketahui, sebanyak 71 lembaga pendidikan tersebut mengikuti dua program di BPJS ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Kota Cilegon. Dua program tersebut yakni Jaminan Kematian dan Jaminana Kecelakaan Kerja.

“Jadi memang kita di Maret, April dan Mei kita ada kegiatan roadshow ke PAUD dan TK melalui Himpaudi. Jadi kita roadshow itu ke setiap kecamatan, jadi alhamdulillah sampai Maret ini kita sudah ada 71 PAUD dan TK yang mendaftar jadi peserta. Ini PAUD dan TK swasta,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Cilegon Hary Dwi Marwoko kepada Ekbisbanten.com, Senin (18/4/2022).

Hary menyampaikan, program road show itu dilakukan guna memberikan edukasi tentang jaminan sosial kepada para pekerja. Terlebih, soal jaminan sosial tersebut telah tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Salah satunya lembaga pendidikan, kemudian turun ke Dinas Pendidikan. Bahkan ada juga Surat Edaran dari Menristeknya bahwa guru-guru itu agar terlindungi oleh jaminan sosial. Semua memang tindak lanjut dari Inpres itu ujungnya,” ujarnya.

Hary berharap dengan keikutsertaannya 71 lembaga pendidikan dalam program BP Jamsostek Kota Cilegon itu juga dapat diikuti oleh lembaga maupun pihak lainnya untuk bersama-sama melindungi para tenaga kerjanya.

“Alhamdulillah PAUD ini sudah teredukasi program kami, mudah-mudahan konsisten pembayarannya jadi tidak hanya awal saja,” ucapnya.

Hari mengungkapkan, setelah lembaga pendidikan, pihaknya juga akan menyasar sektor-sektor yang memiliki tenaga kerja yang besar dan para pelaku UMKM.

“Jadi kita sebenarnya fokus itu yang punya pekerja pekerja, kanal-kanal besar. Kemudian di Dinas Koperasi UMKM target selanjutnya,” pungkasnya.*