Ratu Tatu: Pemkab Serang Angkat Tangan Terkait Bantuan Covid-19

4454
Dok.Pemkab Serang

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menyerah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemic wabah virus korona (Covid-19).

Tatu mengungkapkan, setelah dirundingkan bersama Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa dan Seketaris Daerah Kabupaten Serang, Tb Entus Mahmud Sahiri. Pemkab Serang tidak mampu memberikan bantuan kepada 102.000 Kepala Keluarga (KK).

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak akan mampu,” katanya saat ditemui di Kantor Bupati Serang, Selasa (7/4).

Untuk diketahui, jika setiap Kepala Keluarga (KK) akan diberikan bantuan, bantuan tersebut minimal berupa beras 30 Kilogram serta kebutuhan pokok lainnya seperti telor dan mie instan.

“Bisa mencapai angka Rp400 ribu per KK di kali 102.00 KK, gak mampu Kabupaten Serang,” katanya.

Untuk menyiasati hal tersebut, kata Tatu, Pemkab Serang bersama Empat Bupati dan Empat Walikota yag berada di Provinsi Banten.

“Tadi siang surat dsudah disampaikan ke Provinsi,” katanya.

Kendati demikian, Pemkab Serang tetap akan meberikan bantuan kepada masyarkat, namun dengan skala prioritas yaitu masyarakat yang tingkat kemiskinannya yang paling parah.

”Mana yang mampu bertahan sedikit, dan mana yang ringan. Kami akan menyasar kepada masyarakat yang paling parah terlebih dahulu,” kata Tatu.

Berdasarkan informasi yang diterima Pemkab Serang, akan ada bantuan berupa beras sebanyak 21 ton beras dan sumbangan dalam bentuk uang yang nantinya akan dibelikan sembako.

“Sementara untuk dana yang akan digunakan nantinya akan menggunakan dana dari Dinas yang digeserkan untuk membantu penanganan virus corona yang disimpan dalam dana tak terduga (TT) yang ditangani oleh Dinas Sosial,” kata Tatu.

Sementara itu, Seketaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang, Sri Rahayu Basuki Wati mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap masyarakat yang akan mendapatkan bantuan tersebut.

“Pemberian bantuan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dimulai dari masyarakat yang sangat miskin dulu,” katanya.

Sementara itu, lanjut Sri, untuk pendistribusian bantuan tersebut tidak akan dilakukan melalui E-Warung yang tersebar di 29 Kecamatan yang ada di Kabupaten Serang.

“Untuk saat ini tidak dibolehkan adanya kerumunan. “Door to door (dairi pintu ke pintu),” katanya. (*/raden)