“Kami bangga akan usaha kami untuk mewujudkan Proyek PLTU Ultra Super Critical Jawa 9-10 karena kami mendapatkan pengakuan internasional bahwa Indonesia itu “bankable” dan Banten itu terbukti sebagai sasaran investasi dan pendanaan dari negara-negara maju” kata Presiden Direktur Indo Raya Tenaga (IRT) Peter Wijaya, di sela acara pemberian bea siswa oleh IRT dan pembukaan pelatihan sertifikasi Tenaga Kerja Bangunan Tinggi tingkat 2 (TKBT 2) di kantor IRT, Suralaya, Cilegon, Senin (11/10/21).
Lebih lanjut Peter menyampaikan, proyek PLTU Jawa 9-10 yang merupakan pembangkit listrik berteknologi maju dan ramah lingkungan juga dinyatakan sebagai role model oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sebagai PLTU pertama di Indonesia yang mengimplementasikan teknologi control emisi terlengkap, lewat IGA award 2021.
“Pembangkit ultra super critical ini juga sudah memvaksin 1400 orang dan mencapai rekor zero incident untuk jumlah 3 juta jam kerja,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengapresiasi atas penghargaan Internasional dan lokal yang diraih oleh IRT. Menurutnya, penghargaan tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) dan warga Cilegon bangga.
Selain itu Helldy juga berharap, penghargaan yang diraih IRT dapat menjadi pemacu kalangan pelaku industri di wilayahnya dan menjadi modal manejemen PLTU Jawa 9-10 untuk lebih mengembangkan skill Sumber Daya Masyarakat (SDM) pekerja, sekaligus pengusaha lokal.
“Saya berharap semuanya mau membangun sumber daya masyarakat (SDM) agar warga Cilegon lebih sejahtera dan pelaku usaha di bisa bankable atau dapat peroleh bantuan perbankan,” ujarnya
Untuk diketahui, Investasi di Kota Cilegon masih menempati posisi pertama dari semua wilayah di Provinsi Banten pada triwulan pertama dari tahun 2021.Pelatihan sertifikasi Tenaga Kerja Bangunan Tinggi tingkat 2 (TKBT 2) tersebut akan dilakukan oleh PT Koin Konstruksi selaku sub-kontraktor PT. Doosan dalam pembangunan PLTU Jawa 9-10.**
]]>