Quarter Life Crisis : Ini Cara Mengatasinya

15
Foto : Freepik

SERANG, EKBISBANTEN.COMQuarter life crisis atau krisis seperempat abad terjadi saat fase usia 18 sampai 30 tahun peralihan dari remaja ke dewasa namun tak sedikit orang mengalami krisis seperempat abad.

Pada usia tersebut, bisa mengalami krisis identitas dan sulit mencari jati diri untuk menemukan tujuan hidupnya. Dilansir dari gramedia.com, ini cara mengatasi krisis seperempat abad.

  1. Menganggap sebagai sebuah Fase Hidup yang Normal

Memahami bahwa Quarter life crisis (QLC) adalah hal yang normal sebab ada banyak orang di luar sana yang pernah atau bahkan sedang berada dalam fase serupa. Anggaplah Quarter life crisis sebagai sebuah fase kehidupan yang memang akan dialami oleh setiap orang.

Sebab perasaan takut dan bingung yang berlebih, justru menyebabkan kita semakin terjebak di dalamnya. Sehingga semakin tidak kuasa untuk menentukan langkah, dan hanya berputar pada perasaan bingung yang satu ke kebingungan lainnya.

  1. Kenali Diri Sendiri

Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan, apa kelebihan serta kekuranganmu. Jadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk menjalani hidup. Saat tidak mengetahui tentang seluk beluk diri sendiri, kamu akan menemui banyak kesulitan saat memetakan apa yang harus dilakukan.

  1.  Berhenti Membandingkan dengan orang lain

Saat melihat unggahan teman di media sosial yang sedang berlibur ke negara impian, atau saat melihat karier teman kerja yang lebih lancar, tak jarang rasa minder muncul. Rasanya kehidupan orang lain selalu lebih mudah dibandingkan diri kita, hal tersebut manusiawi.

Namun bila dilakukan secara terus-menerus, efeknya membuat kita sulit bersyukur dan akhirnya menjadi seseorang yang terlalu sering mengeluh. Untuk itu, lebih baik berhenti membandingkan diri dengan orang lain agar hidup menjadi lebih tenang dan tanpa beban.

  1. Jangan Berdiam Diri

Lakukanlah berbagai kegiatan dan jangan hanya berdiam, melamun, serta merenungi nasib di rumah. Sebab hal tersebut tidak akan mengubah apapun. Cobalah mencari hobi baru. Aktivitas yang produktif dan mengembangkan kemampuan untuk membuat dirimu jauh lebih baik.

Dengan melakukan berbagai kegiatan tentunya akan mengalihkan pikiran-pikiran negatif yang ada di pikirkan, di luar sana ada berbagai kesempatan yang harus kamu raih dan coba jalani. Jangan takut gagal karena kegagalan juga merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan.

  1. Berbagi dengan Orang Terdekat

Dalam fase ini, berbagai masalah baru seakan muncul tiba-tiba, bahkan masalah yang telah berlalu tiba-tiba muncul kembali. Semua ini akan membuatmu merasa takut, kecewa, dan marah. Hingga kemudian menyalahkan diri sendiri bahkan menyalahkan keadaan yang membawamu pada titik terendah saat ini.

Jangan memendam rasa sakitmu sendirian sobat ekbis. Berbagilah dengan orang yang kamu percaya. Yakinlah bahwa dengan berbagi kamu akan merasa lebih tenang dan tidak merasa sendirian. Orang-orang yang ada di sekelilingmu tentunya akan menghibur, menemani, dan membantu kamu melewati fase yang sulit ini.

  1.  Buatlah Rencana Hidup

Di sela-sela waktu luang, tak ada salahnya memikirkan tentang rencana hidup kita dalam beberapa tahun mendatang. Banyak manfaat yang bisa kita peroleh saat merencanakan rencana hidup dengan matang.

Mulai dari melatih kedisiplinan, lebih mengenal diri sendiri, dan membuat kita lebih fokus dengan tujuan hidup yang ingin dicapai. Cara ini juga bisa membuat kita tidak mudah tertekan dengan pencapaian orang lain.