SERANG, EKBISBANTEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, progres pelaksaan sensus pertanian tahun 2023 yang dilaksakan sejak tanggal 1 Juni 2023, mencapai 42,64 persen hingga Jumat (23/6/2023).
Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Banten Hariyanto mengatakan, capaian tersebut dinilai positif karena beberapa kabupaten dan kota di Banten terus menunjukan progres positif, termasuk Kota Tangerang yang sudah selesai dilakukan sensus.
“Kota Tangerang sudah selesai, karena area pertanian yang sedikit, sementara itu kabupaten dan kota lain akan segera diselesaikan, kita diberi batas waktu hingga akhir bulan Juli 2023,” kata Hariyanto.
Hariyanto melanjutkan, untuk sensus pertanian tahun ini, BPS Banten menurunkan sebanyak 5.364 petugas yang langsung turun ke lapangan.
“Responden ini menyasar untuk UTP atau rumah tangga, perusahaan tani hingga usaha pertanian dan lainnya,” terang Hariyanto.
Masih kata Heriyanto, beberapa kendala yang dihadapi para petugas di lapangan diantaranya terkiat penyesuaia waktu antara responden dan penyensus, hingga ketersediaan sarana jaringan internet.
“Kita juga memerlukan akses jaringa internet untuk update data secara online dan di wilayah selatan seperti di Lebak dan Pandeglang masih kesulitan,” terang Heriyanto.
Nantinya, data sensus pertanian ini akan sangat berguna bagi kebijakan pembangunan pertanian, geopasial pertanian, hingga memberikan gambaran demografi pertanian.
Sementara itu, Kepala BPS Banten Faizal Anwar menambahkan, peran BPS di kabupaten dan kota sangat penting guna mensukseskan sensus pertanian 2023.
“Tetap melakukan pengawasan ke lapangan, karena tidak hanya ketepatan waktu tapi kualitas data harus ditanggung, yang paling penting juga adalah petugas kami metodologi itu juga menjadi masalah yang ketiga yang paling penting,” pungkas Faizal.