Polda Banten Gagalkan Penyelundupan Sabu Jaringan Besar, Nominalnya Capai Rp23 Miliar

24
(kiri) Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah (kedua dari kiri) Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menunjukan barang bukti 23 kilogram sabu saat konferensi pers bersama media di halaman Kantor Polda Banten. Foto/Raden/ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Banten, melakukan ungkap kasus penyelundupan narkotika jenis sabu sebesar 23 kilogram di Pesisir Pantai Desa Banyuasih Cigeulis, Pandeglang.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol AKBP Shinto Silitonga mengatakan, narkotika yang akan dikirim dari Sumatera menuju Jawa tersebut dijual cepat dengan perkiraan harga Rp600 juta sampai Rp1 miliar perkilogram.

“Ini merupakan penangkapam jaringan internasional (besar), total ada 23 kilogram atau dijual Rp23 miliar,” kata Shinto didampingi Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah dalam konfrensi pers kepada awak media, Rabu (9/3).

Baca Juga: Polres Pandeglang Tangkap 7 Orang Sindikat Narkoba Jenis Sabu 23 Kilogram

Shinto melanjutkan, skema yang dilakukan oleh 7 para pelaku ini yakni dengan mengajak kerabat dekat yang masih satu saudara.

“Oleh karena itu jaringan internasional ini bisa berjalan karena ada ikatan persaudaran diantaranya ada tiga orang Mandalawangi yang terikat adik dan kakak,” terang Shinto.

Selain itu, wilayah pesisir di Banten juga menjadi perhatian khusus Polda Banten, karena banyak blankspot sinyal yang menjadi peluang penyaluran narkoba.

“Berdasarkan analisa dari Kapolda Banten, wilayah pesisir Pandeglang yang masih banyak titik blankspot tersebut harus mendapat perhatian khusus,” kata Shinto.

Ketujuh pelaku penyelundupan narkotikabtersebut diantaranya, ISB (44) Nelayan, HD (35) Nelayan, SPM (51) wiraswasta, AF (34) wiraswasta, ES (37) wiraswasta, HS (21) wiraswasta, AS (48) wiraswasta.

Berdasarkan pengakuan dari para pelaku penyelundupan, aksi para pelaku ini sudah dilakulan sebanyak dua kali, tercatat pada bulan Desember 2021 lalu dan bulan Maret 2022.

“Kita dibayar Rp500 ribu untuk satu kali pengiriman, kita juga gak tau kalau barang itu narkoba,” jelas para pelaku.

Para pelaku akan dikenai sanksi berlapis yakni Pasal 114 UU 35 Tahun 2009 tentang peredaran narkotika golongan satu dengan hukuman pidana penjara 5 tahun atau maksimal 20 tahun dan pasal 137 tentang Narkotikab dengan ancaman pidana 3 tahun dan 15 tahun penjara.

Polda Banten terus melakukan pengembangan kasus tersebut guna mengungkap kasus secara tuntas. ***