PLN UP3 Banten Utara Fokus Penanganan Banjir dan Keselamatan Warga

35
Foto: PLN UID Banten

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kondisi cuaca buruk hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon sejak pukul 03.34 WIB sehingga mengakibatkan banjir dan berdampak pada pemadaman di beberapa lokasi di wilayah Banten khususnya di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Anyer, ULP Serang dan ULP Cilegon karena beberapa gardu dan jaringan listrik tergenang air.

PLN gerak cepat lakukan langkah pengamanan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, PLN terus bersiaga memantau sistem kelistrikan pada daerah terdampak.

PLN terus memantau kondisi lapangan sejak cuaca ekstrim terjadi. Sisa pelanggan yang masih padam akan secara bertahap dinormalkan apabila kondisi di lokasi banjir sudah aman. Jika semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik maka siap untuk dinyalakan. Untuk saat ini seluruh pelanggan UP3 Banten Utara yang terdampak padam sudah seluruhnya menyala.

Sampai dengan Selasa (01/03) ini pukul 13.30 WIB, PLN berhasil menyalakan 51 persen gardu distribusi dari total terdampak 186 Gardu Distribusi dan juga 42,6 persen pelanggan dari total 37344 terdampak banjir.

“Sebanyak 95 dari 186 unit Gardu Distribusi yang terdampak banjir sudah berhasil dipulihkan kembali. Dan juga sebanyak 15.920 pelanggan yang terdampak banjir sudah dinyalakan,” ungkap Aep Saepudin.

Wilayah di Anyer, Serang dan Cilegon yang belum menyala diantaranya Kawasan Perumahan Patma Raya, Kampung Cikulur, Perumahan Taman Puri, Perumahan Taman Widya Asri,Perumahan Puri Delta, Kampung Taman Sari, Kampung Singandaru, Kampung Eksodan , Kampung Ciseke, Kampung Kebon Sayur, Kampung Kalumpang, Kampung Margatani, Wilayah Serang dan sekitarnya.

“Keamanan dan keselamatan selalu menjadi prioritas utama PLN. Untuk itu mohon pengertian dan kerjasama pelanggan PLN di wilayah yang masih terdampak padam karena ada gardu dan jaringan listrik yang masih terendam air,” papar Aep.

Petugas PLN terus bersiaga dalam memonitor kondisi banjir di lapangan.

“Setelah surut dan dipastikan aman baru listrik akan dinyalakan,” jelas Aep.

PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir untuk secara sigap mengambil langkah. PLN juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk hal tersebut.

“Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile,” tutup Aep.

Aep Saepudin juga meminta masyarakat agar melaporkan potensi bahaya yang mungkin terjadi jika ada gangguan pada sistem kelistrikan. ***