Pj Gubernur Al Muktabar Sambut Positif Layanan Jemput Bola Adminduk Bagi Penyandang Disabilitas di Banten

33
Pejabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar (tiga dari kanan) didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina (paling kiri) saat malaunching Pencanangan Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk Bagi Penyandang Disabilitas Guna Membangun Masyarakat Inklusif di Provinsi Banten, di Sekolah Khusus Negeri 02 Kota Serang, Selasa (17/5). (FOTO: EEP SAEFULLAH / EKBISBANTEN.COM)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Pejabat (Pj) Gubernur Banten Al-Muktabar menyambut positif layanan jemput bola Administrasi Kependudukan (Adminduk) bagi penyandang disabilitas di Banten.

“Karena ini arahan dari presiden melalui staf khusus kepresidenan, terhadap adminduk pada disabilitas. Bagi saya akan melaksanakan nya dengan sebaik mungkin. Kita akan konsisten melaksanakan itu, karena semua telah disampaiakan saya akan melaksanakan perintah itu,” kata Al Muktabar pada Pencanangan Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk Bagi Penyandang Disabilitas Guna Membangun Masyarakat Inklusif di Provinsi Banten, di Sekolah Khusus Negeri 02 Kota Serang, Selasa (17/5).

Alasannya menurutnya Al Muktabar, program tersebut menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan Provinsi Banten kedepan. Tujuannya guna memberikan kebijakan yang tepat dari pemerintah kepada para penyandang disabilitas.

“Harus menjadi kewajiban kita melaksanakanya, pada dasarnya jadi Pj Gunernur adalah menjalankan perintah rakyat, konsentrasi dalam ciri (program)  menjadi prioritas, tercermin dari pembiayaan terhadap sektor tersebut,” kata Al-Muktabar.

“Kita akan terus menerus kerjakan, karena ini sifatnya dinamis, secara teknis juga tadi sudah disampaikan oleh Direktur Jendral Dukcapil,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina menyampaikan, capaian jumlah siswa penyandang disabilitas yang sudah melakulan Adminduk sebesar 32,24 persen, atau sebanyak 1.371 siswa dari target 5.470 siswa. Data itu diperoleh  dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Dinas Pendidikan Provinsi Banten yang tersebar di 91 SKH.

“Semoga dengan kerjasama ini, bisa terealisasi hingga 100 persen dengan cepat, yang terpenting ini, mereka mendapat nomor induk kependudukan (NIK) nya, dari situ mereka bisa mendapatkan hak-hak nya,” kata Nina.

Dalam kesempatan itu, Kepala DP3AK2B Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina juga menyerahkan data penyandang disabilitas berdasarkan Dapodik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten kepada para Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, untuk ditindak lanjuti sebagai gerakan Bersama di masing-masing kabupaten/Kota se-Provinsi Banten agar target nya bisa mencapai 100 persen.

“Kami mengajak Kabupaten/Kota bersama melakukan percepatan pelayanan adminduk bagi penyandang disabilitas untuk membangun masyarakat Banten yang inklusif,” katanya.

FOTO: EEP SAEFULLAH / EKBISBANTEN.COM)

Lebih lanjut Nina juga mengatakan, beberapa kendala yang ditemukan dilapangan dalam pencatatan adminduk bagi penyandang disabilitas diantaranya, ketidak terbukaan masyarakat untuk mencatat biodata dengan kondisi yang sebenarnya.

“Beragam permasalahan, ada juga dari keluarga, karena di biodata itu harus menyebutkan karakter penyandang disabilitas itu apa,” imbuh Nina.

Untuk mencapai target tersebut, strategi yang akan dilakukan oleh DP3AKKB Banten yakni melakukan layanan jemput bola, baik dilakukan secara individu maupun dilakukan oleh pihak sekolah khusus yang melakukan secara koletif.

Sementara itu, Kepala Sekolah SKH Negeri 02 Kota Serang Nani Wiratni merasa terbantu dengan adanya layanan jemput bola adminduk bagi siswa penyandang disabilitas. Menurutnya, data seperti kartu identitas anak (KIA), kartu tanda penduduk (KTP),  akta kelahiran maupun pembuatan kartu keluarga sangat dibutuhkan bagi anak penyandang disabilitas.

“Dengan adanya layanan disabilitas ini bisa menjadi mudah, yang belum memiliki KIA, KTP, dan pembuatan akta kelahiran dan pencatatan kartu keluarga, semoga masyarakat yang punya anak-anak disabilitas ini bisa memanfaatkannya,” tutup Nani.

Pada kesempatan yang sama, Jendral Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) RI Zudan Arif Fakrulloh, meminta kepada PJ Gubernur supaya mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan pendataan terhadap para penyandang disabilitas.

“Tiap ASN kalau melihat ada penyandang disabilitas tolong laporkan ke Dinas Dukcapil. Oleh karena itu, mari kita gunakan strategi gerakan bersama, berikan akses seluas-luasnya, siapa yang punya akses tersebut ASN, saya minta para ASN seluruh Banten untuk melakukan pendataan ini,” ujarnya.

Masih kata Zudan, launching pelayanan adminduk untuk para disabilitas tersebut, dilakukan supaya bisa memastikan penyandang disabilitas terdata dengan tepat.

“Apa yang harus di data? Yakni ragam disabilitasnnya, dengan data tadi, tolong diberikan data kependudukannya, baik dalam biodatanya dicatat ragam disabilitasnyanya, yang tuna rungu, tuna wicara, dan tuna daksa, kita ingin memberikan layanan publik terbaik,” tukas Zudan.

Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni mengungkapkan bahwa layanan adminduk penyandang disabilitas merupakan tekad bersama agar jangan sampai pemerintah salah menangani atau memperlakukan kaum disabilitas.

“Saya yakin kita semua yang ada di sini berusaha memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas,” tegasnya.

Sementara itu Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia mengungkapkan melalui pendataan adminduk, penyandang disabilitas akan mendapatkan layanan prioritas dari program pemerintah dan non-pemerintah. Pendataan juga untuk keperluan harmonisasi program pemerintah untuk kaum disabilitas.

Pihaknya juga mengapresiasi atas langkah Pj Gubernur Banten Al Muktabar dalam pendataan penyandang disabilitas untuk program-program inklusi pemerintah.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Banten Andra Soni, Direktur Jendral Dukcapil RI Zudan Arif Fakrulloh, Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia, Asda Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Banten Komarudin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabrani, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota, para Kepala Sekolah SKhN, serta para tamu undangan.***