Petani Cabai Binaan BI Banten di Pandeglang Juara 3 Tingkat Nasional

150
Foto bersama Kepala BI Banten Erwin Soeriadimadja menyerahkan hadiah secara simbolis Kepala Gapoktan Sektor Holtikultura Maman Suparman didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi (kedua dari kanan). (Raden/Ekbisbanten.com)

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten memberikan apresiasi kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) Taruna Mekar yang berhasil menjadi juara ke-3 tingkat nasional dalam kategori Klaster Terbaik Subsektor Holtikultura Program Pengendalian Inflasi Bank Indonesia 2020.

Kepala BI Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, prestasi ini merupakan suatu kebanggan bagi seluruh pihak yang mendukung gapoktan Taruna Mekar guna menjaga ketahanan pangan di Pandeglang.

“Satu hal yang bagus untuk penguatan ekonomi daerah, bahkan dalam skala nasional,” kata Erwin kepada awak media di Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Jumat (8/1).

Erwin menilai, capaian positif gapoktan Taruna Mekar tidak lepas dari kemampuan gapoktan menciptakan inovasi dibidang ketahanan pangan. Selain itu, akses pemasaran gapoktan Taruna Mekar sudah terorganisir dengan baik.

“Yang paling bagus adalah, gapoktan ini mampu melakukan linked terhadap UMKM. Jadi hasil cabai keriting yang diperoleh diproduksi lagi menjadi sambal balado dan sejenisnya,” papar Erwin.

Sebagai bentuk apresiasi, BI memberikan hadiah senilai Rp50 juta dalam bentuk barang dan sarana kebutuhan para petani Taruna Mekar.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Taruna Mekar Agus Cahyadi mengaku, setiap bulan gapoktan Taruna Mekar mampu memproduksi cabai merah keriting secara rutin.

“Karena aliran air yang bagus, kita coba optimalkan para anggota gapoktan supaya bergiliran menanam cabai. Disamping itu, kami juga menanam sayuran lain sesuai musiman seperti tomat, kacang panjang, timun, dan melon,” jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya dukungan dari pemerintah dan BI Banten, para anggota gapoktan mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

“Alhamdulillah dari 120 anggota, kami bisa memproduksi 5-10 ton cabai dalam setahun, semoga bisa terus memberikan kontribusi yang baik bagi daerah,” pungkas Agus. (Raden)