Perwakilan Kemenkeu Banten Sebut Pelaksanaan APBN 2021 Catat Kinerja Positif

27
Nuning Kemenkeu
Foto: Tangkapan Layar Zoom Meeting.

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Dinamika pandemi Covid-19 yang cukup tinggi berdampak sangat signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Banten, Nuning Sri Rezeki dalam Sosialisasi Kinerja APBN 2021 dan Outlook APBN 2022 yang digelar secara daring, Kamis (17/2/2022).

“Kinerja perekonomian nasional sebelum pandemi yang awalnya tumbuh positif didukung oleh kinerja permintaan domestik yang kuat, inflasi terkendali dan stabilitas sistem keuangan yang terjaga, namun dengan adanya Covid-19 perlahan mulai menurun,” katanya.

Nuning menuturkan, wabah penyakit Covid-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi global pada tahun 2020 menimbulkan goncangan besar pada sisi suplai dan demand. Serta menimbulkan kepanikan dan goncangan signifikan baik di pasar keuangan atau sektor riil.

Untuk itu, Ia menjelaskan bahwa upaya terbaik pemerintah untuk mengatasi hal tersebut adalah pemerintah sedini mungkin dengan terus berupaya mendorong agar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebagai instrumen kebijakan fiskal di Indonesia ini terus bekerja keras.

“Didorong terus untuk bekerja keras. Menahan laju tekanan terhadap perekonomian dampak pandemic dari resesi ekonomi yang lebih mendalam,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nuning mengungkapkan langkah lain yang dilakukan oleh pemerintah adalah penerbitan PERPU Nomor 1 Tahun 2020 yang telah disahkan menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020.

“Kebijakan itu memberikan keleluasaan, pelebaran defisit anggaran di atas 3 persen hingga tahun 2022. Kebijakan pelebaran defisit diarahkan untuk penanganan aspek kesehatan, perlindungan sosial bagi kelompok miskin dan rentan serta dukungan untuk dunia usaha terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang disinergikan dengan langkah realokasi dan refocusing APBN,” jelasnya.

Hasil dari berbagai kebijakan tersebut, lanjut Nuning, pelaksanaan APBN 2021 mencatatkan kinerja positif dan bahkan melebihi target.

“Hal ini terlihat dari realisasi pendapatan negara hingga 31 Desember 2021 yang mampu tumbuh sebesar 2003,1 triliun atau 114,9 persen dari target APBN 2021 yang sebesar 1743,6 triliun. Sementara realisasi belanja negara pada tahun 2021 melampaui target yang ditetapkan yakni mencapai 2786,8 triliun,” ujarnya.

Ia percaya, keberhasilan pelaksanaan APBN 2021 dapat terus dijaga melalui persatuan dan kerjasama dengan masyarakat. “Mari kita semua terus berupaya mendorong ekonomi Indonesia terus mampu tumbuh sehingga kesehatan fiskal APBN ke depan semakin baik dalam mendukung konsolidasi fiskal tahun 2023,” pungkas wanita yang juga merupakan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Provinsi Banten itu.***