Pertamax Langka, Antrean Pertalite di SPBU Pandeglang Mengular

17
Antrean di SPBU Cadasari, Pandeglang. Foto/Raden/ekbisbanten.com

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Warga Kabupaten Pandeglang mengeluhkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp9.000 per liter menjadi Rp12.500 per liter. Kebijakan itu sudah berlaku pada 1 April 2022.

Hal itu diungkapkan Indah, salah satu pengendara roda dua sekaligus warga Kelurahan Pandeglang. Ia mengeluhkan kenaikan harga BBM jenis Pertamax tersebut.

“Iya keberatan sih, tadinya harga Rp9.000 perliter sekarang menjadi Rp12.500, terus belum lagi kalau mengantri juga cukup panjang di bagian Pertalite,” kata Indah, Selasa (5/4).

Berdasarkan pantauan Ekbisbanten.com, tiga lokasi SPBU di Kabupaten Pandeglang, yakni Cadasari, Kadubanen, dan Cipacung anterian kendaraan roda dua maupun roda empat mengular dijalur pengisian BBM jenis pertalite.

Sementara itu, jalur pengisian BBM Pertamax terlihat sepi lantaran BBM jenis Pertamax habis.

Ia berharap pemerintah melalui Pertamina bisa kembali menstabilkan harga BBM jenis Pertamax tersebut.

“Semoga pemerintah bisa menstabilkan harga lagi, apalagi sekarang Ramadhan banyak kebutuhan lainnya juga,” harapnya.

Sementara itu, salah satu petugas Pom Bensin di Cipacung Arip mengatakan, kendati harga Pertamax mengalami kenaikan, namun tidak berpengaruh terhadap omset penjualan. Hal itu dibuktikan dalam beberapa hari terakhir ini persedian BBM jenis Pertamax untuk 2 hari bisa habis dalam waktu setengah hari.

“Biasanya persediaan Pertamax ini untuk 2 hari, sudah beberapa hari ini habis dalam setengah hari, padahal lagi naik. Kalo untuk pengiriman normal setiap hari ada yang ngirim,” kata Arip.

Ia menyebut penjualan Pertalite juga dilakukan pembatasan, hal tersebut lantaran banyaknya minat masyarakat Pandeglang untuk membeli BMM jenis pertalite tersebut.

“Kita ikutin aturan dari atasan, biasanya persediaan akan ditutup pukul 14.00 WIB,” tutup Arip. ***