Pertahankan Performa, Bank Banten Catat Hasil Positif Di 2019

408
Bank Banten menggelar Public Expose tahunan 2019 untuk memaparkan hasil kinerja dan pencapaian Bank Banten selama tahun 2019 di Hotel Gran Mahakam, Jakarta (23/12). (Kiri ke kanan) Sekertaris Perusahaan Bank Banten Chandra Dwipayana (kiri), Direktur Bank Banten Kemal Idris (kedua kiri), Direktur Bank Banten Jaja Jarkasih (ketiga kiri), Fahmi Bagus Mahesa (Ketiga Kanan), Plt. Komisaris Utama Bank Banten Media Warman (Kedua Kanan), dan Komisaris Independen Titi Khoiriah (Kanan), Senin (23/12). (Bank Banten for Ekbisbanten.com)

Jakarta, Ekbisbanten.com – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (Bank Banten) merupakan satu-satunya Bank Pembangunan milik pemerintah Provinsi Banten, menggelar Public Expose Tahunan 2019, dalam rangka memaparkan kinerja perusahaan serta beberapa capaian selama tahun 2019.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh Dewan Komsaris Bank Banten, Jajaran Direksi Bank Banten, Perwakilan PT BGD selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), beberapa pemegang saham lainnya serta para analis dan sekuritas, Senin (23/12).

Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa menjelaskan, saat ini Bank Banten masih terus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah maupun pemerintah/institusi.

“Di pertengahan tahun 2019, Bank
Banten meluncurkan produk e-Samsat Modern Channel yang bekerja sama dengan toko retail dan Fintech untuk memudahkan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)  tahunan. Hingga akhir Oktober,realisasi pendapatan sebesar Rp. 962 Juta atau sebanyak 859 total transaksi,” kata Fahmi.

Fahmi menuturkan Berdasarkan indikator kinerja keuangan Bank Banten, terjadi peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 17,43% secara year on year (yoy) dari Rp. 5,72 Triliun pada September 2018 menjadi sebesar Rp. 6,72 Triliun pada September 2019 yang diikuti dengan perbaikan komposisi Current Account Saving Account (CASA) atau komposisi dana murah.

“Namun untuk sektor kredit terjadi penurunan sebesar 3,81% secara yoy dari Rp. 5,73 Triliun pada September 2018 menjadi Rp. 5.51 Triliun pada september 2019. Hal tersebut
merupakan inisiatif “rebalancing asset” Perseroan guna meningkatkan kinerja kredit melalui realokasi aset berupa portfolio kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” tambah Fahmi.

Untuk memperkuat model bisnisnya Bank Banten serta mitra PT Taspen mengembangkan strategi bisnis dan meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pemerintahan/institusi, Perseroan terus mengembangkan integrated payment system seperti: e-Samsat Provinsi Banten, e-Samsat Nasional, Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN-G2), Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).

Selain itu, pengembangan jaringan kantor akan terus dilakukan. Saat ini telah beroperasi 26 Kantor Cabang (KC) yang 7 diantaranya berlokasi di Banten, 11 Kantor Cabang Pembantu (KCP) termasuk 7 KCP di Wilayah Banten, 4 Kantor Kas di Banten, 28 Payment Point di Banten, 5 Smart Van atau mobil kas keliling yang beroperasi di Banten, dan 117 unit ATM yang berada di Banten dari total 125 unit ATM se-Indonesia.

Pihaknya berharap sebagai satu-satunya BPD milik Pemprov Banten, Bank Banten selalu berperan aktif dalam meningkatkan indeks pembangunan Provinsi Banten dan menginspirasi Banten yang lebih baik.

“Bank Banten senantiasa memberikan layanan perbankan terbaik dan selalu berorientasi
kepada kepuasan nasabah, serta meningkatkan nilai manfaat secara berkesinambungan bagi
semua pemangku kepentingan,” pungkas Fahmi. (dewi)