Peredaran Uang Tunai di Banten Tembus Rp10,8 Triliun, BI: Aktivitas Ekonomi Maysarakat Terus Menggeliat

25
Ilustrasi Uang tunai. Foto: Net

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat transaksi peredaran uang tunai di Provinsi Banten hingga pekan November 2021 sudah mencapai Rp10,8 triliun. Meningkatnya peredaran uang tunai tersebut pertanda aktivitas ekonomi masyarakat terus menggeliat.

“Peredaran uang tunai rupiah sampai dengan minggu lalu itu sudah mencapai Rp10,8 triliun atau 80 persen dari estimasi (target) kita,” kata Kepala BI Banten Erwin Soeriadimadja, kemarin.

Erwin mengatakan, peredaran uang tunai pada tahun 2020 kemarin hanya sebesar Rp11,4 triliun.

BACA JUGA : Ekonomi Menggeliat, Realisaai Penerimaan Pajak di Banten Capai Rp 44,4 triliun

“Saat ini meningkat (peredarannya). Realisasi tahun 2020 sebesar Rp11,4 triliun. Tapi tahun ini kita perkirakan kebutuhan uang sebesar Rp13,8 triliun dan per November sudah realisasi Rp10,8 triliun gabungan uang pecahan besar dan kecil,” katanya.

BI meyakini, meningkatnya peredaran uang tunai di tengah pandemi tersebut sejalan dengan ekonomi Banten yang terus bergairah.

“Karena ini bersearah dengan aktivitas perekonomian yang terus bergerak di masyarakat dan pelaku ekonomi. PDRB triwulan III 2021 kan sebesar positif 4,62 persen semua sektor industri pengolahan, perdagangan, kontruksi, real estate dan lainnya menunjukan kenaikan. Sehingga saat ini mobilitas masyarakat juga kan juga tampak meningkat kembali,” katanya.

BACA JUGA: Sah! DPRD Setujui Raperda Penyertaan Modal Pemkot Serang ke Bank BJB

Lebih lanjut Erwin mengatakan, tingginya peredaran uang tunai di Banten ini kata Erwin seiring dengan aktivitas perekonomian di Provinsi Banten yang mulai pulih.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, ekonomi Banten triwulan III 2021 terhadap triwulan III 2020, mengalami pertumbuhan sebesar 4,62 persen (y-on-y). Sedangkan, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya ekonomi Banten mengalami pertumbuhan sebesar 0,53 persen (q-to-q).

“Pada triwulan III/2021 ekonomi Banten sudah mencapai 4,62 persen. Kita patut bersyukur motor penggerak ekonomi Banten ada industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, real estate dan semuanya bergerak naik di tengah kewaspadaan kita menembus pandemi hingga penerapan PPKM. Dan angka pertumbuhan 4,62 persen ini lebih tinggi dibandingkan nasional 3,51 dan juga tertinggi di regional Jawa,” katanya.

BACA JUGA: Kumpulan Doa-doa Agar Bisnis dan Rezeki Melimpah Luas