Perbankan Menginjak Gas Pembukaan Rekening Daring

101

JAKARTA, EKBISBANTEN.COM – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) praktis membuat aktivitas nasabah di kantor cabang turun. Meski begitu, menurut perbankan hal tersebut tidak membuat jumlah rekening baru turun. Sebab, lewat pemanfaatan teknologi, mayoritas bank besar kini telah memiliki layanan pembukaan rekening secara daring.

Misalnya PT Bank CIMB Niaga Tbk yang mengungkapkan jumlah pengguna aplikasi mobile banking OctoMobile kini telah berjumlah 3,5 juta rekening. Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan pun menjelaskan jumlahnya terus meningkat di tengah penerapan kebijakan PSBB, termasuk kerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Pembukaan rekening lewat OctoMobile salah satu inisiatif untuk peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dana murah, terutama tabungan. Sejauh ini tumbuh dua digit,” kata Lani, Rabu (6/5).

Pihaknya juga menambahkan, saat ini rasio dana murah CIMB Niaga juga sudah cukup terjaga sesuai target yakni 60 persen.

Seperti dilansir Kontan, Jumat (8/5). Bank dengan kode saham BNGA ini optimistis tabungan akan tetap tumbuh dua digit lewat pemanfaatan digital pada tahun ini. Menurut dia, saat ini di CIMB Niaga hampir seluruh rekening tabungan baru sudah dilengkapi mobile banking. Jumlah pengguna mobile banking menurut catatan Lani meningkat sekitar 50.000 per bulan.

Kini, pekerjaan rumah CIMB Niaga antara lain mendorong transaksi nasabah.

“Dengan pembatasan akibat Covid-19 membuat nasabah mulai terbiasa dan mulai percaya untuk menggunakan digital channel, kami dorong terus terutama untuk nasabah yang berusia tua,” kata Lani.

Sebagai upaya mendorong transaksi tersebut, pihaknya pun telah memfokuskan program promosi untuk transaksi mobile banking.

Tidak mau kalah, PT Bank OCBC NISP Tbk melalui aplikasi ONe Mobile juga mendorong pembukaan rekening tabungan secara daring. Head of Strategy and Innovation Bank OCBC NISP Ka Jit menuturkan saat ini jumlah pembukaan rekening daring OBC NISP tercatat sudah di atas 5.000 rekening per bulan.

Walau tidak merinci secara detail, dia menyebut secara tahunan jumlah rekening daring sudah naik sekitar 40 persen.

“Peningkatan DPK tetap akan menjadi fokus, melalui aktivasi tabungan dan peningkatan penggunaan channel digital kami,” ungkap dia.

Adapun, sejatinya saat ini jumlah nasabah individu OCBC NISP sudah berjumlah 1 juta rekening. Ke depan, rekening daring dipastikan akan menjadi pilihan calon nasabah. Sama seperti bank lainnya, OCBC NISP juga terus mendorong transaksi nasabah.

Pembedanya, aplikasi mobile banking OCBC NISP juga memiliki fitur untuk berinvestasi termasuk transaksi menggunakan mata uang asing atau valas.

“Kami melayani transaksi valas online, pembelian produk deposito, tabungan berjangka, reksadana, obligasi dan asuransi,” kata Ka Jit.

Sementara itu, bank besar lain seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga sudah mulai menginjak gas pembukaan rekening secara daring terutama di tengah pembatasan aktivitas akibat pandemi virus korona (Covid-19). Melalui layanan pembukaan rekening bertajuk Online Onboarding, Bank Mandiri telah mendapatkan lebih dari 20.000 nasabah baru sejak awal kampanye pembatasan aktivitas dengan rata-rata pembukaan rekening telah mencapai lebih dari 1.000 rekening per hari.

Layanan ini menjadi inovasi terbaru Bank Mandiri untuk memudahkan proses pembuatan rekening tabungan dengan memanfaatkan web pembukaan rekening online, tanpa harus ke kantor cabang dan tanpa harus download aplikasi. Adapun, produk tabungan yang dapat dibuka melalui platform Online Onboarding yaitu Mandiri Tabungan NOW.

Layanan ini dapat diakses 24 jam setiap hari dengan layanan video call mulai jam 08.00 – 21.00. Masyarakat hanya perlu mengakses link join.bankmandiri.co.id melalui ponsel atau melakukan scan QR code pada website Bank Mandiri, dengan menggunakan Chrome untuk Android dan Safari untuk iOS.

Menurut SVP Retail Deposit Product & Solution Bank Mandiri Muhamad Gumilang, layanan ini merupakan upaya BMRI untuk bisa terus berekspansi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital, di tengah keterbatasan akses masyarakat keluar rumah.

“Inovasi ini sangat memudahkan masyarakat karena akan menghilangkan hambatan jarak dan ruang dalam mendapatkan akses layanan keuangan. Proses pembuatan rekening pun jadi mudah dan siap dinikmati nasabah melalui ponsel masing-masing, dari rumah aja,” kata dia.

Selain meningkatkan aktivitas komunikasi untuk proses sosialisasi, Gumilang menyebutkan, salah satu inisiatif yang dilakukan Bank Mandiri dalam meningkatkan layanan ini adalah dengan memperkuat infrastruktur pendukung, termasuk memperbesar kapasitas video call untuk meningkatkan kenyamanan nasabah.

“Dengan melihat rasio ekspansi saat ini, kami berharap ke depan dapat mencapai 30.000 rekening baru per bulan, terutama dengan dukungan layanan pembukaan rekening online ini,” kata Gumilang.

Adapun, hingga Februari 2020, Bank Mandiri tercatat memiliki lebih dari 26 juta rekening simpanan dengan nominal (bank only) mencapai Rp797 triliun, naik 8,1 persen dari periode yang sama tahun lalu. (kontan)


Sumber : Kontan.co.id