Perangi Covid-19, Pemkab Tangerang Rekrut Relawan Nakes

12
Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). - Antara

TANGERANG, EKBISBANTEN.COM – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan lakukan perekrutan relawan tenaga kesehatan atau perawat untuk membantu percepatan pemulihan Covid-19. Perekrutan ini melibatkan mahasiswa kedokteran dan alumni serta para CPNS.

“Perekrutan yang melibatkan semua universitas jurusan kedokteran di Kabupaten Tangerang ini mengajak para mahasiswa dan alumni agar bisa membantu untuk menjadi relawan di Kabupaten Tangerang,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid dikutip dari laman resmi Pemkab Tangerang, Kamis (8/7).

Lanjutnya, dalam jangka pendek Pemkab Tangerang juga sudah lakukan komunikasi dengan Universitas Atmajaya, UPH dan perguruan tinggi lainnya untuk bisa membantu pelayanan vaksinasi.

“Pada pelaksanaan vaksinasi, kami juga sudah lakukan komunikasi untuk perbantuan tenaga kesehatan yang ada di universitas pada wilayah Kabupaten Tangerang, seperti Universitas Atmajaya, lalu dari Universitas Pelita Harapan (UPH) yang memiliki sertifikasi, sudah kami rekrut,” lanjutnya.

Dirinya juga menjelaskan, Pemkab Tangerang juga ikut melibatkan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam jangka panjang.

“Disamping itu, Pemkab Tangerang juga sedang membuka formasi yang diberikan Pemerintah Pusat terkait dengan tenaga kesehatan yang akan dijadikan sebagai CPNS dan CPPPK. Hal ini dapat membantu pemulihan COVID-19 di Kabupaten Tangerang dalam jangka panjang,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penyembuhan Covid-19 Kabupaten Tangerang, saat ini wilayahnya sudah menunjukkan angka kesembuhan yang terus meningkat, baik pasien yang berada di rumah sakit, rumah singgah, ataupun yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sementara itu, persentase kesembuhan mencapai 100 persen bagi pasien yang melakukan isolasi di rumah singgah COVID-19 dan kembali dalam keadaan sehat termasuk kluster keluarga yang sempat menjalani isolasi penyembuhan di rumah singgah. (*/ismet)