Per Januari-Maret 2022 Satlantas Polres Cilegon Tindak Ratusan Pelanggaran Over Load Kendaraan, Truk Pengangkut Pasir Mendominasi

14
Satlantas Polres Cilegon
Foto: Instagram @satlantasrescilegon.

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Kaur Lantas Satlantas Polres Cilegon Iptu Haris Munandar mengatakan pihaknya per Januari-Maret 2022 telah menindak ratusan pelanggaran over load muatan pada kendaraan.

“Untuk total penindakan pelanggaran over loadnya dari Januari sampai sekarang sudah 298 pelanggaran yang kita tindak dengan jumlah ini dibagi Januari itu berjumlah 38, kemudian bulan Februarinya 241, yang bulan Maret 19 sampai tanggal segini,” katanya kepada wartawan, Senin (14/3/2022).

Menurut Iptu Haris, dari sejumlah kendaraan pelanggar over load muatan tersebut, truk-truk yang berasal dari galian C merupakan sektor yang paling dominan dalam pelanggaran tersebut.

“Ya macam-macam ya, ada yang dari pabrik, ada yang dari galian tapi cenderung yang banyak itu dari galian yang bawa pasir,” ujarnya.

Diketahui, Jalan Lingkar Selatan dan Jalan Bojonegara merupakan dua jalan yang sering dilintasi oleh kendaraan-kendaraan dengan kapasitas dan muatan yang over load.

“Makanya hingga sekarang masih terus dilakukan, apalagi dari pemerintah dalam hal ini Korlantas kita diperintahkan terus melakukan penindakan pelanggaran over loadnya,” ucap Iptu Haris.

Namun, kendati telah menindak sejumlah kendaraan pelanggar pada sektor over load, Iptu Haris mengaku pihaknya hingga sampai saat ini belum menindak pelanggaran pada kendaraan yang over dimensi.

Pasalnya, dikatakan Iptu Haris, untuk penindakan terhadap pelanggaran over dimensi pada kendaraan diperlukan tindakan yang lebih daripada penindakan terhadap pelanggaran over load.

“Sementara di kita belum tapi sedang berupaya. Over dimensi itu kan harus penyelidikan, nanti itu larinya ke pidana, sidang di pengadilan, nanti diputuskan di pengadilan,” ujar Iptu Haris.

Lebih lanjut, Iptu Haris menyampaikan bahwa yang berwenang untuk melakukan penyelidikan pada pelanggaran over dimensi kendaraan adalah Dinas Perhubungan dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

“Ya makanya kita koordinasi dengan Dishub, BPTD nah itu bidang mereka di situ. Yang sumbu sekian panjang dan tinggi baknya berapa. Kita harus ada keterangan ahli ini jalannya bebannya sekian nanti Dinas Perhubungan berkoordinasi dan mengeluarkan rambu-rambu berapa kekuatan jalan itu atau jalan itu kelas berapa,” tutupnya.***