Pensiunan Guru di Kota Cilegon Ubah Lahan Nganggur Menjadi Lahan Produktif

944
Rohyadi (61) pensiunan guru di Kota Cilegon saat berfoto di lahan pertanian miliknya, Kamis (22/7). (Foto: Fauzul Imam / Ekbisbanten.com)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Rohyadi (61) pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cilegon berhasil merubah lahan nganggur menjadi lahan pertanian produktif.

Lokasi pertanian yang dikelola mantan guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Temugiring itu terletak di Lingkungan Pekalongan, Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.

Adapun tanaman buah-buah dan sayuran yang berhasil ia tanam dan kembangkan di area lahan lebih dari 120 meter persegi itu berupa buah timun, timun suri, semangka, buah naga, hingga tanaman cabe.

Rohyadi mengaku, pemanfaatan lahan nganggur menjadi lahan pertanian itu dilakukan sudah sekitar satu yang lalu, tepatnya setelah purna tugas sebagai Abdi Negara.

Selain untuk mengisi waktu pensiun, Rohyadi berharap dengan memanfaatkan lahan nganggur menjadi produktif, dapat memenuhi kebutuhan sayuran dan buah-buahan bagi warga sekitar.

“Sekarang sudah lima hari panen timun. Alhamdulillah setiap harinya berhasil memanen timun sebanyak 100 kilogram atau satu kuintal tinggal kalikan saja, dan saya jual dengan harga Rp 5 ribu untuk satu kilogramnya,” kata Rohayadi saat ditemui Ekbisbanten.com, Kamis (22/7).

Rohyadi melanjutkan, hasil buah-buahan dan sayuran yang ia tanam dijual langsung kepada para pedagang sayuran dan warga sekitar yang datang langaung ke lahan pertanian. Selain itu tidak jarang, ia juga memasarkan hasil pertaniannya secara online melalui media sosial facebook.

Lebih lanjut Rohyadi mengatakan, kegiatan bertani itu ia lakukan sebenarnya sejak masih menjadi tenaga pengajar aktif. Namun, karena masih harus membagi waktu untuk mengajar siswa, kegemaran bertaninya tidak dikerjakan secara serius.

“Nah sekarang saya sudah pensiun dan mulai fokus untuk mengurus pertanian karena kalau saya sendiri tidak betah jika harus bersantai bersama keluarga dirumah. Sehingga harus punya kegiatan. Sebah kalau tidak badan juga teras tidak enak kalau tak ada aktivitas atau kegiatan,” katanya.

Selain menggunakan lahan pribadi sebagai area pertanian, Rohyadi juga memanfaatkan lahan warga yang tidak digarap alias nganggur.

“Makanya saya selain menggunakan tanah sendiri saya juga memanfaatkan tanah warga yang menganggur, yah kalau panen kita bagi-bagi hasilnya” katanya.

Bahkan Rohyadi mengaku, lantaran lahan nganggur yang ia kembangkan berhasil, banyak warga berbondong-bondong minta dikelola. Namun karena tenaga penggarap lahan yang masih terbatas, piahknya mengaku tidak bisa menggarap lahan pertanian lebih luas yang ia harapkan.

“Makanya saya jujur butuh bantuan tambahan tenaga kerja dan itu susah mencarinya, karena mayoritas masyarakat di sini, warga Pekalongan khususnya banyak yang tidak mau untuk di pertanian,” katanya. (Mg – Fauzul)

Caption Rohayadi sedang berada dilokasi pertaniannya. Foto : Fauzul Imam/ekbisbanten.com