Penjualan Rumah Subsidi Anjlok Hingga 70%, REI Banten: Badai Pasti Berlalu

58
OPTIMISTIS: Ketua DPD REI Banten Roni Hardiyanto Adali . (Foto: Istimewa)

SERANG, EKBISBANTEN.COM — Dampak pandemi Covid-19 tahun ini yang menyebabkan turunnya daya beli masyarakat turut dirasakan oleh sektor properti di Provinsi Banten.

DPD Real Estaste Indonesia (REI) Provinsi Banten mencatat penjualan rumah subsidi di Banten hingga kuartal II-2020 merosot hingga 70 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Sebab pada awal tahun 2020 itu awalnya kami memperkirakan (pasar properti) akan bagus atau booming. Karena siklusnya harusnya memang naik. Tapi tiba-tiba ternyata di Maret 2020 dihantam Covid-19 tentu dampaknya cukup besar disemua sektor bisnis, khususnya di properti lumayan besar (terdampak) di Banten. Apalagi saat itu, penurunannya hingga 70 persen dari tahun lalu,” kata Ketua DPD REI Banten Roni Hardiyanto Adali kepada Ekbisbanten.com, Minggu (5/12).

Akibat pukulan pandemi tersebut kata Roni, dari target yang dipatok sebanyak 15.000 unit hingga akhir tahun ini, penjualan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) oleh para pengembang baru tercapai 50 persen.

“Dari target kita itu 15.000 unit, kita hanya baru mencapai 40-50 persen. Karena kondisinya cukup berat,” katanya.

Penyebabnya kata Roni, daya beli masyarakat merosot dan pengetatan proses pengajuan kredit kepemilikan rumah (KPR) dari perbankan.

“Tapi diakhir-akhir kuartal tiga dan empat ini sinyalnya (trend) mulai positif dan bergerak kembali. Penjualan mulai meningkat walaupun belum signifikan,” katanya.

“Kami harapkan pada 2021 akan kembali normal lah. Dengan catatan Covid-19 sudah terkendali,” sambung Roni.

Sebelumnya, pada kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020 secara virtual, Kamis (3/12) kemarin, Bank Indonesia Provinsi Banten memprediksi ekonomi Banten pada 2021 akan tumbuh dikisaran 4,9 persen hingga 5,9 persen.

Menurut BI Banten, optimisme tersebut terlihat dari berbagai indikator ekonomi, mulai dari tingkat inflasi yang stabil, stabilitas sistem keuangan sehat yang tetap tumbuh, serta sistem pembayaran yang andal.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi Banten ini tentu akan menjadi spirit bagi kami. Karena saya yakin, setiap kesulitan ada kemudahan. Badai pasti berlalu. Dan setiap kesulitan tentu ada peluang. Dengan keyakinan itu kita sebagai pengusaha harus punya rasa optimisme yang tinggi biar tetap semangat,” tutup Roni. (ismet)