Pengurus HIMATA Banten Raya Resmi Dikukuhkan

226
Ketua Forum Himata Rifky Firmansyah (kanan) mengukuhkan pengurus baru Himata Banten Raya di Gedung Aula Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang, Selasa (21/12). (Hifdzi / Ekbisbanten.com)

Kota Tangerang, Ekbisbanten.com – Dalam rangka menjalankan roda organiasasi dan melanjutkan estafet kepemimpinan, Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) Banten Raya melaksanakan pelantikan pengurus baru dan upgrading di Gedung Aula Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang, Selasa (21/12).

Acara pelantikan dan upgrading dengan tema “Reaktualisasi Nilai-nilai Persaudaraan Menuju Himata Banten Raya yang Berinteritas, Massif dan Progresif” ini dibacakan langsung oleh Ketua Forum Himata Rifky Firmansyah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD KNPI Kota Tangerang Adi Dermawan, Komisioner Banwaslu Kota Tangerang Heri Handani, perwakilan organisasi eksternal, pengurus HIMATA wilayah Yogyakarta dan Bandung serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banten.

Ketua Pelaksana kegiatan Aang Sadzili meminta, seluruh kader Himata Banten Raya terus meningkatkan kepekaan terhadap permasalahan yang ada di Daerah Tangerang.

Usai dilantik, Ketua Umum Himata Banten Raya Ricky Abdul Azis mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai langkah awal agar kepengurusannya dapat menjalankan program kerja untuk kemajuan Himata Banten Raya.

“Program kerja jangka panjang dari Himata Banten raya adalah memaksimalan anggota Himata Banten Raya yang lebih progresif dan aktif. Supaya ketika nanti (kader Himata) pulang ke daerah asalnya, maka kader Himata dapat bermanfaat untuk daerahnya,” kata Azis kepada Ekbisbanten.com.

Untuk mewujudkan hal itu kata Azis, salah satu hal utama yang akan dilakukan dibawah kepemimpinannya, akan terus melakukan kaderisasi anggota baru.

“Regenerasi harus selalu ada dalam organisasi karena organisasi tanpa regenerasi akan mati,” tambah Azis.

Pada kesempatan tersebut Azis juga meminta kepada seluruh kader Himmata, agar jangan takut berorganisasi dan berproses dalam menuntut ilmu akademis yang dibarengi dengan soft skill.

“Sebab didalam organisasi diajarkan ilmu yang tidak di dapatkan di kelas. Teruslah mencari ilmu dimanapun dan kapanpun. Karena setiap tempat adalah sekolah, dan setiap orang adalah guru dan setiap waktu adalah pengalaman,” pungkasnya. (Hifdzi)