Pengguna QRIS di Banten Meningkat 79 Persen

24
PERMUDAH TRANSAKSI : Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan dan Administrasi BI Banten Erry P. Suryanto bersama pelaku UMKM di Kawasan Wisata Budaya Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang sudah menggunakan QRIS, Selasa (10/3). (ISTIMEWA)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat jumlah pengguna QRIS di Provinsi Banten mencapai 874.871 merchant atau meningkat 79 persen dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

“Untuk Banten posisi 3 Desember 2021 itu merchant yang sudah menggunakan QRIS sebenyyak 874.871 merchant. Jadi ini sudah meningkat sebesar 79 persen dibandingkan dengan akhir Desember 2020 lalu,” kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erry P. Suryanto pada Taklimat Media Laporan Perekomian Provinsi Banten Periode November 2021 sekaligus Persiapan Menyambut Natal dan Tahun Baru 2022 di Hotel Aston Anyer, Selasa (14/12/2021).

Erry mengatakan, meninggkat penggunaan QRIS di Banten sejalan dengan perkembangan digitalisasi didorong dan gaungkan oleh BI dan Pemerintah, QRIS menjadi program unggulan kita.

“Di maan untuk saat ini Banten itu sangat masif untuk melakukan pengembangan atau pengimplementasian QRIS,” katanya.

“Kemudian, Secara volume pun kita menunjukan peningkatan di transaksi QRIS, dari sekian ribu itu ternyata QRIS itu digunakan oleh UMKM sebanyak 95 persen. jadi pengguna QRIS itu banyak pengusaha kecil mikiro dan menenengah. Kemudian sisanya beragam untuk kebutuhan donasi, pemerintahan, kegiatan lainnya,” katanya.

Sementar itu lanjut Erry, dari sisi penyebarannnya, penggunaan alat transaksi pembayaran itu saat ini masih didominasi di wilayah Tangerang Raya.

“Dari penyebarannya, fokus penyebaran QRIS itu masih di daerah Tangerang Raya. Tangerang itu sekitar 51 persen termasuk Tangerang Selatan,” katanyya.

Sementara untuk penyebaran di Serang, Cilegon, Lebak dan Pandeglang kata dia masih belum maksimal lantaran keterbatasan infrasturktur.

“Jadi masih relatif rendah, dan memang kami akan fokus ke sana juga, karena ini terkait sekali infrastruktur dan juga kebiasaan masyarakat dalam menggunakan QRIS. Karena kalau di Banten Utara, khususnya Tangerang itu sangat berkembang dan sangat masif,” katanya,

Kemudian tambah Erry, untuk memperluas akseptasi QRIS, baik dari merchant maupun penggunaan kini BI telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk melakukan digitalisasi pasar.

“Jadi memang fokus kita kan selama ini kan untuk keuangan inklusif di mana fokusnya kepada masyarakat menenengah kebawah dan juga daerah terluar, termasuk transaksi pemerintah, mode transportasi dan juga bansos. Tapi Kita melihat di sini yang memiliki jangkauanluas atau menyangkut masyarakat luas itu salah satunya lewat pasar,” katanyya.

“Di sana itu, makanya BI sekarang fokusnya ke sana dan Banten menjai pilot project untuk nasional juga di Tangerang di Kota Serang,” pungkasnya.**