Pengelola Kafe di Cilegon Keluhkan Sulitnya Mendapat Scan Barcode untuk Aplikasi Pedulilindungi

10
Dok/Ekbisbante.com

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Kewajiban menggunakan aplikasi pedulilindungi untuk restoran/rumah makan dan kafe yang tertulis di Surat Keputusan Walikota Cilegon Nomor 360/Kep.220-BPBD/2021 Tentang PPKM Level 3 di Kota Cilegon dikeluhkan oleh sejumlah pengelola kafe.

Keluhan tersebut diketahui karena kewajiban menggunakan aplikasi pedulilindungi namun tidak dibarengi dengan sosialisasi bagaimana cara mendapatkan scan barcode nya.

Pengelola Cafe Gue Rizki Irawan mengatakan, dirinya telah menerapkan penggunaan aplikasi pedulilindungi di kafenya dengan cara manual karena terkendala dengan barcode yang belum ia dapatkan.

“Saat ini yang kami lakukan screening nya manual, jadi pengunjung hanya menunjukkan serifikat vaksin digitak di aplikasi pedulilindungi mereka karena kita terkendala barcode nya,” katanya saat ditemui Ekbisbanten.com di Cafe Gue di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Minggu (26/9).

Rizki menyampaikan, sejumlah pengelola kafe di Kota Cilegon yang berkomunikasi dengannya mengaku belum ada yang memiliki scan barcode untuk aplikasi pedulilindungi.

Kendatipun dirinya telah berupaya bertanya kepada sejumlah pihak, namun tetap tak membuahkan hasil.

“Kami berupaya Googling, katanya harus mengirimkan email kepada pusdatin @kemkes.go.id tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ujarnya.

Rizki meminta persoalan tersebut segera disikapi oleh dinas terkait untuk melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada seluruh kafe di Kota Cilegon. Hal itu dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19.

“Kalau dari sisi kita sih gak ada gambaran, mungkin dari sisi pemerintah pusat mereka tidak bisa mendeteksi berapa orang yang masuk ke sini karena tidak ter-scan,” ucapnya.

Selain itu, menurut Rizki sejak adanya pemberlakuan PPKM di Kota Cilegon bahkan sejak kemunculan Pandemi Covid-19 yang meluluhlantahkan kondisi kafenya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon belum juga terlihat hadir untuk memberikan program yang dapat membangkitkan para pelaku usaha kafe.

Oleh karena itu, dirinya berharap Pemkot Cilegon untuk segera memberikan solusi untuk para pelaku usaha kafe di Kota Cilegon.

Harapan kami diberikan motivasi dan edukasi bagaimana caranya lagi pandemi begini bisa tetap jualan, lancar dagangannya, tetap bisa laku. Sampai saat ini belum ada peran apapun dari mereka baik secara motivasi psikologis apalagi materi,” tutup Rizki.

Untuk diketahui, di dalam Surat Keputusan Walikota tentang perpanjangan PPKM Level 3 di Kota Cilegon yang ditandatangani pada 21 September 2021 disebutkan kafe sudah dapat buka sejak pukul 18:00 hingga 00:00 WIB.

Cafe Gue juga menyediakan promo khusus berupa potongan harga 30 persen All Item untuk pengunjung yang telah melakukan vaksinasi dosis kedua dan dapat menunjukkan sertifikat vaksin digital nya di aplikasi pedulilindungi. (Mg-Maul)