Pengaruh Gaya Belajar Audio-Visual Terhadap Keaktifan Siswa

21
FKIP Untirta
Monika Fresdina; Mahasiswi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Negeri Tirtayasa (Untirta).

Oleh: Monika Fresdina

EKBISBANTEN.COM- Belajar merupakan sebuah proses yang dialami oleh tiap individu yang berlangsung sepanjang hidup. Proses belajar adalah proses yang kompleks dimana hal ini terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan lingkungan mereka.

Dalam hal ini lingkungan memiliki peran sangat penting dalam proses belajar individu. Melalui lingkungan, dapat ditemukan proses alami belajar antar individu, individu dengan kelompok serta kelompok dengan kelompok.

Di samping belajar, seorang siswa juga dituntut untuk dapat menyelesaikan tugas sekolah mereka, di mana tugas ini didapatkan setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dalam hal ini, para pengajar dapat menggunakan alat-alat penunjang pembelajaran, meskipun alat sederhana tetapi setidaknya alat tersebut masih dapat bekerja dengan efektif dan efisien.

Selain bisa memakai alat-alat yang tersedia, pengajar juga dituntut untuk bisa berbagi keterampilan terkait membuat media pembelajaran sendiri jika media yg diharapkan tidak ada.

Persoalan ini menjadi hambatan besar para siswa karena saat ini jarang adanya pengajar yang menggunakan media pembelajaran. Padahal sudah menjadi tugas para guru untuk mengurus dan mengupayakan kegiatan belajar mengajar menjadi efektif dan dapat mencapai sasaran pembelajaran yang ditentukan.

Media pembelajaran digunakan untuk tujuan dan terarah sesuai kebutuhan. Sedangkan berdasarkan beberapa hasil penelurusan yang ada, media pembelajaran yang selama ini dipergunakan di sekolah ialah gambar, papan tulis, laptop serta LCD Projector, dan buku paket.

Media belajar tersebut dipilih sebab media tersebut bisa membantu guru dalam menyampaikan materi, penampilan media yang mudah dan materi belajar jadi lebih simpel untuk dipahami siswa supaya media dan materi pembelajaran sesuai, maka guru harus melihat terlebih dahulu materinya dan kemudian menyediakan media yang sesuai dengan kebutuhan.

Kemudian guru juga mengukur keberhasilan media tersebut dengan cara pemberian tugas secara individu atau kelompok kepada siswa. Pemberian tugas dilakukan setelah penyampaian materi. Dengan hal ini, guru dapat mengukur tingkat pengetahuan siswa terkait materi yang sudah diberikan. Adapun media pembelajaran Audio-Visual yang dapat digunakan yaitu :

  1. Televisi
  2. Buku Teks
  3. Gambar yang disesuaikan dengan materi pembelajaran
  4. Laptop dan LCD Proyektor (multimedia).
    PPT

Penggunaan media-media di atas dapat memberi kemudahan untuk siswa dalam memahami materi yang disampaikan guru. Dalam hal ini dengan penggunaan media pembelajaran seperti yang disebutkan mampu meningkatkan minat belajar dan mengembangkan inovasi siswa terhadap media yang digunakannya selama pembelajaran berlangsung.

Hal itu dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa yang meningkat. Dari hasil yang sudah didapat di atas, dapat kita ketahui bersama bahwa media pembelajaran memiliki andil yang cukup penting dalam meninagkatkan kemampuan dan mempermudah belajar mengajar disekolah.

Beberapa hal yang dirasakan guru dan siswa selama menggunakan media pembelajaran adalah :
A. Proses belajar mengajar semakin mudah

B. Proses belajar yang lebih efektif

C. Relevansi antara materi dengan tujuan belajar dapat terjaga

D. Memudahkan konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar

E. Pada kegiatan pembelajaran, guru mengajar di kelas bertujuan untuk mengajarkan siswa dan siswa yang belajar dapat dimaknai terjadinya proses serta peningkatan kemapuan mental siswa.

Penggunaan media audiovisual sebagai media belajar dapat membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran di sekolah. Hambatan yang telah disebutkan di atas dapat bermanfaat untuk menerapkan langkah-langkah dasar dalam memilih proses pengembangan instruksional pada menentukan dan menerapkan media yang sempurna.

Penggunaan media audiovisual pada pembelajaran di kelas bisa berguna untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan hasil belajar yang dicapai baik berupa pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), serta keterampilan (psikomotorik).

Media audiovisual juga bisa dimanfaatkan untuk memotivasi siswa dalam belajar di kelas juga di luar kelas serta siswa dapat menerima pengalaman yang bagus melalui mengamati tayangan media audiovisual itu.

Media audiovisual artinya salah satu bentuk improvisasi multimedia yang dipergunakan secara luas dalam dunia pendidikan di aneka macam strata. Media audiovisual juga sudah dipergunakan mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi.

Aneka macam cara serta motivasi dapat dipergunakan dalam mengembangkan bahan-bahan pengajaran, yaitu seperti presentasi televisi atau film, humor, permainan yang menantang, dan gambar-gambar atau belajar lewat percontohan orang yang telah mengalami suatu peristiwa.***