Pengangkatan Komisaris Bank Banten Dipertanyakan

388
Foto: Dok. Bank Banten

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Banten telah memilih sejumlah nama baru yang menduduki posisi jabatan Komisaris dan Direksi Bank Banten.

Namun, berdasarkan nama-nama yang muncul, pengangkatan Komisaris Bank Banten dalam RUPSLB Bank Banten, Rabu (10/3/2021) kamarin, diduga tanpa mengikuti tahapan tes seleksi atau penjaringan yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) independen dari Universitas Padjajaran (Unpad).

“Bos, saya ikut tes komisaris Bank Banten saya lolos seleksi. Tersisa 13 orang tapi ke 13 orang (calon komisaris) gak ada yang terpilih, malah nama-nama lain,” ujar salah satu calon Komisaris Bank Banten melalui pesan singkat whatsap yang enggan disebutkan namanya, Jumat (13/3).

BACA JUGA: Dirut dan Komisaris Bank Banten Dicopot

Padahal kata dia, seleksi dewan komisaris dan direksi Bank Banten melibatkan konsultan dari perguruan tinggi ternama di Indonesia.

“Iya pak padahal ini seleksi resmi diumumkan di media masa yang ngetes juga perguruan tinggi negeri ternama Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung pak,” katanya.

Ia mengaku, mengetahui pembukaan pendaftaran calon direksi dan komisaris Bank Banten dari internet.

“Saya tahu tes komisaris dari google (internet) dan saya kebetulan ikut tahapan tahapan tes, eh ternyata yang jadi komisaris orang diluar daftar,” katanya.

Adapun 13 orang nama-nama calon komisaris Banten yang mengikuti seleksi tes wawancara pada Sabtu-Minggu (27-28/3) yang digelar oleh Pusat Studi Kebijakan Negara Fakultas Hukum Unpad secara daring yakni, M. Jani (Yani), Irlan Suud, Dani Mohamad Sundara, Freddy Suito Pakpahan, Armeyn, SE, MM, Detri Hakim, Didik Sudarsono, Goi Gunawan, Bamby Bisma Ularan, Agus Setia Purnama, Kristianto Kurniadi, Fandhy Haristha Siregar, D. Adiyanto.

“Ini seleksi (diduga) bohong-bohongan nya pak. (Karena) saya termasuk yang lulus seleksi bos. ini sekedar curhat bos,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris perusahaan Bank Banten Chandra Dwipayana mengatakan, penetapan sejumlah pejabat Bank Banten sudah sesuai prosedur perseroan.

“Insha Allah sudah sesuai kok, kan diputuskan dalam RUPS. Mungkin dapat saya jelaskan bahwa proses seleksi akan menghasilkan nominasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Namun sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT), keputusan ada dalam RUPS. Jadi semua penerapan good corporate governance (GCG) sudah dilakukan,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan, jika ada nama-nama yang ikut mendaftar sebagai calon komisaris dan direksi Bank Banten namun belum terpilih, bukan berarti tidak bagus.

“Bilamana ada yang belum terpilih, bukan berarti tidak bagus. Menurut saya lebih kepada, belum dipilih oleh Pemegang Saham,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Banten, Gembong R Sumedi mengatakan, enggan berkomentar banyak terkait proses seleksi calon komisaris dan direksi Bank Banten.

“Baiknya di tanya ke pansel aja, kita komisi 3 sejak pembentukan pansel sampai pemilihan tidak diajak komunikasi sebelumnya,” kata Gembong melalui pesan tertulisnya.

Diketahui RUPSLB Bank Banten menetapkan mantan kepala audit BRI Banda Aceh, Hasanuddin sebagai Dewan Komisaris Utama (Komut) Bank Banten.

Sementara untuk Direktur Utama (Dirut) dijabat oleh mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan (Kalsel) Agus Sabaruddin.

Nama lainnya ada juga Muhammad Yusuf, Asisten Daerah (Asda) II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten yang menduduki jabatan sebagai komisaris bersama Media Warman yang menjabat komisaris independen.

Sedangkan untuk struktur direksi yang baru, Direktur bidang bisnis dijabat oleh mantan petinggi Nank Mega Deni Sarlimulya Karim, direktur operasional dijabat oleh Tjendria mantan petinggi Bank Mega Syariah dan untuk direktur kepatuhan masih tetap dijabat oleh Kemal Idris.

Penentuan sejumlah pejabat di atas sebelumnya sudah dilakukan proses seleksi panjang dari 56 peserta yang mendaftar.

Proses itu dari mulai open bidding sampai penyeleksian yang dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) independen dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. (ismet)