Pengamat Prediksi Laju Pertumbuhan Ekonomi Banten 2021 Hanya 3 Persen

98
Pakar Ekonomi Banten Hady Sutjipto Foto: Istimewa

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Pakar Ekonomi Banten Hady Sutjipto memprediksi laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada 2021 hanya 3 persen.

Prediksi ini lebih rendah dari yang diproyeksi Kantor Perwakilan Bank Inonesia Provinsi Banten sebesar 4,9 hingga 5,9 persen.

Ia mengatakan, target pertumbuhan domestik regional bruto (PDRB) sebesar 4,9-5,9 persen tersebut bakal sulit tercapai lantaran pandemi masih berlangsung.

“Alasanya kondisi pandemi tidak bisa diprediksi, belum lagi ada pelaksaan pilkada dikhawatirkan menimbulkan klaster baru. Kemudian cuaca ekstrim di akhir tahun ini menjadi hambatan bagi sektor jasa atau pariwisata untuk berkembang,” kata Hady melalui sambungan telepon seluler kepada Ekbisbanten.com, Rabu (9/12).

Padahal kata Hady, seharusnya momen liburan natal dan tahun baru (Nataru) bisa menjadi peluang untuk membangkitkan sektor pariwisata dan jasa yang berperan besar bagi pertumbuhan Ekonomi Banten.

“Untuk meningkatkan PDRB tentunya harus ada momen besar yang berpotensi meningkatkan sektor ekonomi, salah satunya libur Nataru bisa mendongkrak ekonomi lewat pariwisata, di pantai Anyer dan sekitarnya,” imbuhnya.

Dengan pertimbangan tersebut, Hady memprediksi laju pertumbuhan ekonomi di Banten hanya mampu tumbuh maksimal sebesar 3 pesen.

“Sektor yang kemungkinan tumbuh itu telekomunikasi dan pertanian, karena dua hal tersebut masih menjadi dasar kebutuhan selama pandemi,” kata Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini.

Lebih lanjut Hady, stimulus bantuan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari pemerintah juga sudah menjadi pilihan yang tepat, pasalnya bantuan ini mampu meningkatkan daya beli masyarakat.

“Peran pemerintah sudah bagus, namun perlu diperhatikan kondisi cuaca ekstrim ini harus menjaga ketersediaan pangan supaya harga bahan pangan tidak naik, ditambah jika ada penanganan vaksinasi dari pemerintah bisa dan meminimalisir penyebaran wabah korona, tentu realisasi pertumbuhan ekonomi bisa dilakukan dengan leluasa,” paparnya.

Selain itu, pemerintah juga perlu mempertimbangkan kebijakan yang tepat. Pasalnya masalah pandemi Covid-19 masih mengancam kondisi ekonomi di berbagai wilayah bahkan secara global.

“Saya lihat ditingkat nasional pun akan sama, jika ada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lagi tentunya akan sangat berdampak pada pertumbuhan Ekonomi, pungkas Hady. (Raden)