Pemkot Serang Izinkan Warga Solat Idul Adha dan Nonton Konser Musik

14

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengizinkan seluruh kegiatan yang melibatkan banyak orang termasuk pelaksanaan solat Idul Adha hinga konser musik dan nonton bioskop.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan,
pemberian izin berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penerapan Tatanan kenormalan baru.

“Nanti aturannya kami mengikuti pemerintah pusat saja. Saya kira tidak masalah selama menerapkan protokol kesehatan, baik di masjid maupun dilapangan tidak ada masalah,” kata Syafrudin, Rabu (22/7).

Selain memperbolehkan solat Idul Adha dan konser musik, Syarifudin juga mengizinkan operasional pembukaan bioskop.

“Sekarang ini kan sudah masa transisi new normal, artinya semua kegiatan usaha bisa. Asalkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, dan untuk kapasitas perkumpulannya pun hanya diperbolehkan 30 persen saja,”

Namun disisi lain ada hawatiran terjadinya gelombang kedua Covid-19 di Kota Serang.

“Selama masyarakat mengikuti peraturan yang telah ditetapkan dengan tidak melanggar protokol kesehatan, maka angka penyebaran Covid-19 dapat menurun,” katanya.

“Tentu saja semua orang pun takut (gelombang kedua Covid-19), tapi ini kan aturan dari pemerintah pusat dan kami harus mengikuti,” sambung Syafrudin.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, Pemkot Serang mengizinkan beberapa sektor usaha untuk dibuka kembali, termasuk kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti konser musik.

“Itu juga dilakukan untuk memulihkan sektor ekonomi. Kalau secara regulasi (konser musik) memang diperkenankan, namun dengan persyaratan yang ketat,” ucapnya.

Untuk menangani lonjakan, jumlah penonton bioskop akan dibatasi hanya 30 persen dari kapasitas ruangan atau luas tempat yang disediakan.
Tujuannya agar mengutamakan protokol kesehatan dan menjaga jarak aman minimal tiga meter antar penonton.

“Jadi kami utamakan nilai ekonominya, kalau konser ini besar atau tidak ke masyarakat dan tentunya kami akan pertimbangkan,” ujarnya.

Meski demikian Hari mengatakan, Pemkot tidak akan memperbolehkan kegiatan tersebut dilakukan apabila kegiatan yang melibatkan banyak orang tersebut dapat menjadi sumber penyebaran Covid-19.

“Ya tergantung (penyebaran Covid-19), kalau ada potensi penyebaran ya tentu saja tidak diperkenankan dulu kegiatannya,” tuturnya. (Yohana)