Pemkot Cilegon Akan Gelar Simulasi Evakuasi Tsunami, Ini Lokasi dan Waktunya

55
Pemkot Cilegon
Suasana rapat mitigasi bencana potensi tsunami di Kota Cilegon bersama pihak industri via zoom di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Selasa (7/12/2021). (Foto: Maulana/Ekbisbanten.com)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Menyusul pernyataan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait adanya potensi tsunami di Cilegon setinggi 8 meter pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Pemkot Cilegon berencana menggelar Tsunami Drill atau simulasi latihan evakuasi tsunami skala penuh (full scale).

“Memang kita sudah bikin planning beberapa hari yang lalu. Kita ingin melakukan Tsunami Drill agar supaya kita dapat menentukan, menemukan titik tempat evakuasi,” kata Walikota Cilegon Helldy Agustian kepada wartawan usai rapat mitigasi bencana dengan BMKG dan BNPB serta pelaku industri di Kota Cilegon via zoom di Ruang Rapat Walikota, Selasa (7/12/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ekbisbanten.com, pelaksanaan simulasi evakuasi tsunami itu akan digelar di wilayah Kecamatan Ciwandan yang notabene padat dengan industri pada 22 Desember 2022 besok.

BACA JUGA: Minat Baca Masyarakat Kota Cilegon Masih Rendah

“Memang sebagai sampling di Ciwandan. Forkopimda dipimpin oleh Pak Dandim turun secara langsung, kita bagi-bagi timnya,” ucapnya.

Helldy mengatakan, simulasi latihan itu sebagai upaya mitigasi bencana oleh Pemkot Cilegon dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayahnya.

Rencananya, pelaksanaan Tsunami Drill yang akan diikuti juga oleh jajaran Forkopimda Cilegon termasuk melibatkan tiga unsur utama secara simultan dari pemerintah daerah, masyarakat dan Sistem Peringatan Dini Tsunami (TEWS).

BACA JUGA: PT Kimia Farma Buka Lowongan Kerja Untuk Semua Jurusan

Untuk itu Helldy mengaku, pihaknya akan segera membentuk struktur tim mitigasi bencana demi keefektifan penanganan menghadapi potensi tsunami di Kota Cilegon.

“Selama ini kita melihat bahwa sudah ada mungkin secara Perwalnya, tapi itu kan validasinya harus kita lakukan lagi. Selama ini di Cilegon memang sudah dibentuk, tapi kita mau validasi kembali,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan mengingat Kota Cilegon memiliki tiga potensi bencana, yaitu bencana alam, bencana industri dan bencana alam yang mengakibatkan bencana industri.

“Kita bicaranya potensi, bukan prediksi. Jadi pada saat disebutkan di sana kita langsung action. Ini bukan lebay, tapi ini kenyataannya, khawatir kenapa-kenapa,” ujar Helldy.**