Pemerintah Dorong UMKM Bergerak di Sektor High Technology

24
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto :Investor.id)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga harus ekspansi ke sektor teknologi.

Dilansir dari investor.id, Minggu (30/8). Selama ini UMKM masih lebih banyak terlibat dalam sektor makanan dan fashion. Jika tidak bergerak ke sektor digital maka UMKM Indonesia akan jauh tertinggal dari negara lain.

Ia mencontohkan di  Taiwan, Jerman, dan Korea Selatan yang UMKM-nya sudah mulai suplai untuk industri high technology.

“UMKM sekarang jangan kita berpikir untuk makanan dan untuk fashion saja, tetapi sudah mulai kita lakukan untuk bertransformasi kepada high technology. Harus berpikir out of the box,” ujar Luhut dalam  acara High Impact Seminar & Kick Off Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia  yang berlangsung secara virtual, Minggu (30/8).

Ia mengatakan dengan kondisi pandemi Covid-19 banyak terjadi perubahan. Hal hal yang dulu tidak dilakukan sekarang bisa dijalankan. Sehingga berdampak pada esensi kegiatan manusia, dan menyebabkan terjadinya efisiensi biaya. Indonesia sedang menghadapi tantangan untuk transformasi diri agar dalam situasi seperti saat ini lebih kuat dan kompetitif.

“Jangan terus berada pada ketakutan soal  Covid-19. Justru Covid-19 men-trigger kami melakukan reformasi sana sini dan membuat Indonesia lebih efisien lagi,” ucap Luhut.

Luhut meyakini, pelaku UMKM di Indonesia mampu bertransformasi dan masuk ke sektor teknologi dan pemerintah berkomitmen akan terus mendorong dan membantu terwujudnya hal tersebut melalui kebijakan-kebijakan yang akomodatif.

“UMKM adalah salah satu pilar utama perekonomian Indonesia, dan itu bisa kita lakukan, sehingga kredit-kredit UMKM Rp10 miliar perlu kita lihat untuk mungkin pada sampai sasaran lebih besar agar UMKM yang masuk dalam bidang high technology itu juga akan mendapatkan peluangnya,” kata Luhut.

Pemerintah terus mendorong UMKM untuk masuk ke sektor digital. Sebab UMKM yang berhasil masuk sektor digital dinilai berhasil mengantisipasi dampak dari pandemi Covid-19 ini. Dimana saat pandemi pemerintah menjalankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan physical distancing.

Melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah pun telah membantu memfasilitasi hal tersebut. Di tahun 2020, pemerintah menargetkan ada 2 juta UMKM yang masuk ke ranah digital. Dimana sebelumnya sudah ada 8 juta UMKM  sehingga sampai akhir 2020 ada 10 juta UMKM yang sudah aktif berjulaan secara digital.

“Kita sudah mulai buktikan kita mampu mendorong lebih dari 1,6 juta unit UMKM untuk masuk ke ekosistem digital sejak 14 Mei lalu. Angka ini sudah mencapai 83-85 persen dari target 2 juta UMKM ,” ucap Luhut.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pihaknya sudah melakukan usaha membantu upaya pemasaran produk koperasi dan UKM dengan menyertakan UMKM dalam platform belanja pemerintah serta platform belanja BUMN. Pada tahun 2020 ini, ada potensi Rp 321 triliun belanja pengadaan barang dan jasa pemerintah yang telah diarahkan Presiden Jokowi untuk dapat dioptimalkan UMKM. 

Di samping itu, Kemenkop-UKM juga telah bekerjasama dengan LKPP untuk menghadirkan laman UMKM dan BeLa Pengadaan untuk program ini, serta melakukan pendampingan dan pelatihan bagi UMKM untuk dapat hadir dalam platform ini.

“Bersama Kementerian BUMN, kami juga sudah bekerjasama untuk memastikan belanja barang dan jasa di bawah nilai Rp14 miliar agar UMKM dapat ikut serta melalui Pasar Digital UMKM yang memiliki potensi setidaknya Rp35 triliun dan 27 kategori produk,” ucap Teten.

Saat ini, 9 BUMN telah siap dan secara bertahap ke BUMN lainnya untuk menyerap produk UMKM. Contoh kategori adalah Alat Tulis Kantor, Catering & Snack, Souvenir dan Merchandise, Pengadaan dan Sewa Furniture, Jasa Event Organizer dan lain lain.

Tak hanya itu, Kemenkop-UKM juga melakukan onboarding digitalisasi UMKM di daerah-daerah dengan memanfaatkan katalog digital. Katalog digital ini nantinya berisi produk UMKM serta tautan kontak penjual. Inovasi dalam ekosistem digital juga terus digalakkan.

Salah satunya, dengan program Pahlawan Digital yang menghadirkan perusahaan rintisan lokal yang menjadi inovator solusi teknologi dan membantu kegiatan usaha UMKM. (*/Rohman)