Pelaku Usaha Rumahan di TRC Minta Pemkot Cilegon Bantu Pasarkan Produk

61
Toni Firmansyah (kiri) pengrajin lampu hias dan kursi di Komplek Taman Raya Cilegon, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Kamis, (4/11/2021) (Foto: Maulana/Ekbisbanten.com).

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Pelaku usaha rumahan pengrajin lampu hias dan kursi Toni Firmansyah warga Komplek Taman Raya Cilegon (TRC), Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon membantu pemasaran produk para pelaku usaha rumahan dan UMKM.

“Tentunya bukti konkrit support instruksi, artinya bahwa di kita ini ada produk yang memang dihasilkan dari masyarakat dan mengharapkan pemerintah menggunakan produk itu bentuk riilnya,” katanya kepada Ekbisbanten.com, Kamis (4/11/2021).

Sejauh ini, lanjut Toni, dirinya dalam mengembangkan usahanya masih secara mandiri. Terlebih, wacana seluruh kantor pemerintahan di Kota Cilegon akan didorong menampilkan produk usaha masyarakat belum sepenuhnya terealisasi. Sebab, selama ini penampilan produk-produk usaha masyarakat di setiap momentum dinilai hanya sebatas formalitas saja tanpa ada pendampingan lebih lanjut.

Diketahui, wacana tersebut berasal dari Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta yang menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong setiap institusi pemerintahan dan perusahaan agar menampilkan produk-produk usaha masyarakat dan UMKM.

Hal itu ia sampaikan pada Selasa (14/9/2021) di acara sosialisasi insentif pajak bagi UMKM di Madison Avenue Restaurant, Longe, and Fitness Cilegon.

“Karena jujur sampai hari ini kita masih apa-apa sendiri, relasi sendiri, modal sendiri yang diharapkan mempermudah akses itu. Harusnya setelah ada momen kegiatan terus didampingi sehingga bisa eksis, bisa berjalan, ngeborong produk juga itu yang diharapkan meski nilainya tak seberapa tapi merasa sangat terbantu dan terapresiasi,” ujar Toni.

“Sejauh ini alhamdulillah dari unsur pemerintahan baru Kelurahan Gedong Dalem yang mensupport dukungan dengan membeli produk kita. Kita sangat mengapresiasi ada support daripada kelurahan,” imbuhnya.

Selain itu, Toni juga berharap dalam proses perijinan usaha dan bantuan dana untuk usaha masyarakat agar dapat dipermudah aturannya. Ia menuturkan yang menjadi kendala dalam mendapatkan bantuan dana untuk usahanya adalah BI Checking.

“Kalau ada penyaluran dana dipermudah untuk persyaratannya. Karena UMKM kadang terbentur sama aturan perbankan. Misalnya harus ada cek BI sedangkan di kita berbagai macam basic, ada yang memang punya tanggungan rumah, kalau di cek BI ya terkendala,” tuturnya.**