P4 Pandeglang Bakal Gelar Aksi, Desak Inspektorat Audit BOP PAUD dan Kejaksaan Usut Tuntas

133
Dok/ Istimewa

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P4) Kabupaten Pandeglang mengaku gerah dengan adanya oknum ASN yang mencatut nama Bupati Pandeglang untuk meminta Pengurus Anak Usia Dini (PAUD) yang menerima program Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dalam menyisihkan sejumlah uang untuk pembelian buku oleh oknum berinisial M tersebut.

“Ini kasus pencatutat nama Bupati Pandeglang untuk kepentingan pribadi yang ramai diperbincangkan publik di media, ini jelas-jelas sudah memalukan Dindik Pandeglang dan mencederai nama ibu Bupati Irna. Kami dari P4 Kabupaten Pandeglang mendesak Inspesktorat untuk bertindak cepat dalam melakukan audit sebagaimana yang diperintahkan bupati, agar terang benderang menyelesaikan persoalan itu,” tegas Arief Ekek selaku Koordinator P4 Kabupaten Pandeglang, Sabtu (08/01/2022).

Menurut Arief Ekek, P4 Pandeglang pihaknya akan mendorong kasus dugaan pencatutan nama Bupati Pandeglang oleh oknum ASN dilingkungan Pemkab Pandeglang, untuk segera diusut secara hukum karena bukan tidak mungkin ada oknum Dindik Pandeglang juga yang ikut terlibat dalam memuluskan hal tersebut.

“Untuk itu, kami dari P4 Pandeglang dalam waktu dekat ini Insya Allah akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantory Insfektorat dan di depan kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pandeglang,” tandasnya.

“Kami menuntut dana POP PAUD untuk diaudit dan Pencatutan simbol Pandeglang dan simbol Dinas Pendidikan. Selain itu, persoalan Proyek PL dan Proyek Lelang/Tender di Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, termasuk persoalan Rekrutmen Kepsek SDN dan Kepsek SMPN yang diduga kuat dilakukan oknun ASN inisial M itu,” sambung Arief Ekek.

Ditambahkannya, tuntutan dalam mengusut dituntaskan dugaan pencatutan simbol Pandeglang dan simbol Dinas Pendidikan sangat mendasar dan harus terang benderang diungkap pada masyarakat Pandeglang.

“Jangan Terlalu Lama Sembunyi Dibalik Layar Kesucian!. Ini harus segera dituntaskan, dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Diketahui, diduga seorang oknum di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pandeglang mencatut nama Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan meminta pengurus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menerima Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk menyisihkan sejumlah uang.

Dari 672 Pengelola PAUD yang menerima BOP dari pemerintah pusat sebesar Rp5 juta diwajibkan menyisihkan Rp3 juta dengan dalih untuk pembelian buku oleh oknum tersebut.

Menanggapi hal itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita membenarkan bahwa ada laporan yang masuk padanya terkait oknum yang meminta jatah dengan mengatasnamakan bupati.

Oleh karena itu, dirinya langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan kroscek ke lapangan dengan meminta keterangan dari para pengelola PAUD.

“Iya. Jadi kemaren ada yang ngasih tahu ibu (menyebut dirinya) terus nanya masalah itu. Katanya atas perintah bupati. Masya Allah, Setiap oknum pasti begitu tuh, atas nama bupati. Kemarin (29/12/2021) ibu panggil langsung, ibu suruh kroscek dulu sama Inspektorat, Dindik dan BKD,” kata Irna pada awak media singkat. **