EKBISBANTEN.COM – Sekelompok mahasiswa bimbingan konseling Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten menggelar penyuluhan sosial di SDN Kamanisan, Desa Kamanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang pada Senin, (13/11/2023).
Kegiatan tersebut mengangkat tema: “Pendidikan seks pada anak usia dini dengan meningkatkan pemahaman dengan mewujudkan kesadaran dan kepedulian diri melalui penyuluhan sosial”.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Anthon Gunawan mengungkapkan pihaknya mencatat terdapat 50-an kasus kekerasan seksual pada anak sepanjang tahun 2023 ini.
“Karenanya, masalah ini sangat butuh perhatian dari berbagai kalangan,” katanya.
Pendidikan seksual menjadi hal yang tabu di sebagian kalangan masyarakat, serta minimnya sosialisasi terkait hal ini.
Maka dari itu sekelompok mahasiswa mengadakan penyuluhan terkait hal ini dengan mengoptimalisasikan fungsi pencegahan.
Melalui pengarahan yang disampaikan langsung oleh Kepala PSGA LP2M UIN Banten Iin Ratna Sumirat dan Nina Fitriyani selaku Dosen Mata Kuliah Penyuluhan Sosial UIN SMH Banten Kepala PSGA LP2M UIN Banten mengatakan harus segera membekali pendidikan atau edukasi seks pada anak dengan berfokus pada penyuluhan sosial.
“Bahasa yang digunakan pun disesuaikan dengan target penyuluhan sendiri,” jelasnya.
Penyuluhan dilaksanakan pada Siswa/siswi Kelas 5 SDN Kamanisan dengan tujuan memberikan pemahaman pada peserta didik terkait bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, dan bagaimana cara yang harus mereka lakukan saat mengalami pelecehan atau kekerasan seksual di Lingkungan sekitar mereka.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dengan antusias para siswa/siswi dan dukungan para guru terhadap keberlangsungan kegiatan ini.
Salah satu mahasiswa yang melaksanakan penyuluhan Alya bersyukur kedatangannya disambut dengan hangat oleh pihak sekolah untuk melaksanakan kegiatan ini.
“Antusiasme para murid membuat kegiatan ini terlaksana dengan baik, kami sangat berterima kasih atas kerja sama dari berbagi pihak. Insyaallah materi yang kita sampaikan kepada mereka dapat dipahami dengan baik,” terangnya.
Ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meminimalisir terjadinya tindak kekerasan seksual dan dapat meyakinkan masyarakat bahwasannya Pendidikan seksual bukanlah hal yang tidak pantas atau tabu untuk diajarkan pada anak.
“Ini hal yang sangat penting untuk diketahui terutama oleh para orang tua,” tandasnya.***