Operasi Pasar Minyak Goreng di Pandeglang Ludes Dalam 3 Jam

17
Antrean masyarakat membeli minyak goreng di TerminL Anten Pasar Pandeglang. Foto Diskoperindag dan UMKM Pandeglang for ekbisbanten.com

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Dalam upaya menekan harga minyak yang tinggi, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan dan Usaha Mikro Kecil, Menengah (Diskoperindag dan UMKM) Kabupaten Pandeglang menggelar operasi pasar di Pasar Pandeglang, Jumat (31/12) lalu. Dari operasi tersebut sebanyak 2.400 liter minyak goreng habis terjual dalam waktu 3 jam.

Kontributor Harga Bahan Pokok Diskoperindag dan UMKM Santosa Nugraha mengatakan, dari 2.400 liter minyak itu dijual dengan harga Rp14 ribu per liter. Setiap orang hanya dapat membeli sebanyak dua liter.

“Hanya dalam 3 jam saja sudah habis, mengingat tingginya harga minyak goreng di pasar yang mencapai Rp 20 ribu perliter. Kementrian Industri melaksanakan operasi pasar minyak goreng ini, Banten sendiri ada tiga lokasi pembagian,” kata Santosa kepada Ekbisbanten.com saat ditemui di kantor, Jumat (14/1).

Untuk operasi pasar minyak goreng selanjutnya, kata Santosa pihaknya belum mendapatkan informasi terbaru terkait penyaluran minyak goreng tersebut.

“Kita belum ada informasi lanjutan lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, menanggapi soal komoditas pangan di Pasar Pandeglang, Santosa menyebut komoditas yang masih mengalami kenaikan harga diantaranya, ras daging ayam, telur, cabai rawit hijau dan minyak goreng.

“Senin kemarin harga daging ayam Rp38 ribu perkilogram, sekarang Rp35 ribu normalnya diharga Rp28-30 ribu, sementara itu, cabai rawit hijau harganya Rp70 ribu diharga normal Rp25-30 ribu, dan harga telur sudah turun dari 32 ribu menjadi Rp27 ribu perkilogram,” tutup Santosa. **