Omset Pengusaha Travel Asal Tangerang Anjlok 85 Persen

268
Pemilik Altravel Solution Alvi Yudistiar saat mengantar pelanggannya mengunjungi Museum Pancasila Sakti & Planetarium sebelum adanya wabah virus korona belum lama ini. (Altravel Solution For Ekbisbanten.com)


TANGERANG, EKBISBANTEN.COM – Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia membuat sebagian besar penyedia jasa transportasi dan wisata mengalami kerugian cukup besar. Salah satunya dialami Altravel Solution perusahaan jasa perjalanan wisata atau tour and travel yang beralamat di Jalan Jaro Iwang Rt 17/ Rw 001 Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

Pemilik Altravel Solution, Alvi Yudistiar mengungkapkan, omset usaha travelnya anjlok setelah virus corona melanda dunia termasuk Indonesia.

Ia menyebut, tidak sedikit orang yang sudah membooking travelnya jauh-jauh hari meminta untuk bergeser tanggal, bahkan ada beberapa pelanggan yang meminta uang DP dikembalikan.

“Anjlok lah, harusnya kan bulan Maret, April ini high season, yang udah booking jauh-jauh hari untuk order bulan Maret, April geser tanggal, bahkan sebagian ada yang minta DP kembali,” ujar Alvi Yudistiar kepada Ekbisbanten.com, Selasa (14/4).

Ia menuturkan, jika pada Februari kemarin bisa mendaptkan orderan cukup tinggi hingga Rp5-7 juta, namun setalah ada korona orderan turun drastis.

Ditambah, dari pemerintah ada imbauan kepada masyarakat agar tetap di rumah selama pandemic.

“Dampaknya usaha travel tidak mendapatkan penghasilan sama sekali dan dapat dipastikan bahwa Altraver Solution mengalami kerugian mencapai 85 hingga 100 persen,” katanya.
Alvi menceritakan, usaha yang dirintis dari hobi jalan-jalan sejak 19 Maret 2017 lalu ini hadir untuk mempermudah masyarakat berwisata atau piknik. Bahkan Altravel Solution kini sudah memiliki 5 partner kerja.

“Travel saya berangkat dari sebuah hobi jalan-jalan aja sebenernya, kemudian inisiatif bikin jasa perjalanan wisata atau tour and travel dan pariwisata tuh salah satu penyumbang devisa negara terbesar,”jelasnya.

Setelah mengalami kerugian besar Alvi berharap, perusahaan terdampak korona mendapat bantuan dari intalansi terkait baik pemda maupun pemerintah pusat segera mengambil tindakan untuk para pengusaha travel atau wisata di Indonesia, khususnya Banten.

“Mulai dari pengusaha tour and travel, perusahaan otobus, tempat wisata, rumah makan, hotel atau penginapan maupun pusat oleh-oleh mendapatkan bantuan dan tidak memilah-milih untuk memberi bantuan,” pungkasnya. (*/Han)