Omset Pedagang Kelapa Muda di Kota Serang Anjlok 70 Persen Selama Pandemi

203
foto/Raden/ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Penjual buah kelapa muda di jalan Maulana Hasanudin, kawasan Pasar Lama Kota Serang, mengaku gara-gara ada wabah pandemi omset penjualannya anjlok hingga 70 persen.

Salah satu penjual kelapa muda di Pasar Lama Ade Sukarna mengatakan, sebelum ada pandemi Covid-19 para pedagang buah kelapa muda bisa menjual hingga 7.000 buah dalam satu pekan. Namun saat ini ia hanya mampu menjual 1.500 buah.

“Yang beli sedikit, karena sedikit juga orang yang bisa bertahan disaat pandemi ini,” kata Ade kepada Ekbisbanten.com, Senin (16/11).

Dengan turunnya omset penjualan tersebut, Ade mengaku hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja.

“Tapi masih kami syukuri karena masih ada pendapatan untuk makan,”

Ade melanjutkan, sebanyak 90 persen buah kelapa muda miliknya dikirim langsung dari Pulau Panjang, Kecamatan Bojonegara. Ia mengaku dalam satu kali pengiriman bisa mensuplay sebanyak 8.000 buah kelapa.

“Selebihnya kalau cuaca sedang buruk, kita ambil juga buah kelapa dari daerah Pandeglang, atau minta bantuan ke suplier lainnya,” ujar Ade.

Kelapa muda yang dijual punya tiga karakter kata Ade. Pertama kelapa minum, kelapa 1/4 dan kelapa full. Harga yang ditawarkan juga terjangkan berkisar Rp7-8 ribu perbuah.

“Semua jenis kelapa sama harganya, hanya saja ada yang jenis yang tipis dagingnya, banyak kandungan air nya, atau yang tebal daging nya,” jelasnya.

Para penjual kelapa muda di Pasar lama biasanya buka mulai pukul 09.00 hingga 00.00 WIB, para pembeli biasa langsung minum di tempat atau bisa di kemas untuk dibawa pulang.

“Selain segar, buah kelapa juga mengandung beragam manfaat, mulai dari mejaga stamina tubuh serta mampu menetralisir racun di dalam tubuh” pungkas Ade. (raden)