OJK Sarankan Pemprov Banten Belajar ke DKI Jakarta Soal Penanganan Sampah

45
Kepala OJK Regional I DKI Jakarta dan Banten Dhani Gunawan Idat (kanan) saat diwawancara usai pembukaan acara Kunjungan Kerja Program Green Financing Budidaya Maggot BSF TPAKD DKI Jakarta di hotel Lorin, Kawasan Sentul, Bogor. Foto/ Maul/Ekbisbanten.com

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Banyak cara memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Salah satunya melalui budidaya maggot.

Maggot atau belatung yang merupakan larva dari lalat tersebut saat ini tengah menjadi program ekonomi hijau di DKI Jakarta.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional I DKI Jakarta dan Banten, Dhani Gunawan Idat mendorong Pemerintah Provinsi Banten membuat program pemanfaatan sampah seperti yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Nah ini (budidaya maggot-red) adalah suatu solusi yang berbasis lingkungan dan juga memiliki nilai ekonomis. Ke depan diharapkan pemerintah provinsi, daerah, juga bisa memberikan perhatian dan juga bisa belajar dari tempat lain yang sudah ada khususnya DKI yang sudah melakukan ini,” katanya kepada wartawan usai acara Kunjungan Kerja Program Green Financing Budidaya Maggot BSF TPAKD DKI Jakarta di hotel Lorin, Sentul, Bogor, Kamis (2/12/2021).

“Apa yang sudah dilakukan DKI, kami harapkan dari OJK ini juga bisa diadopsi di Banten, terutama di kota-kota besar yang memiliki problem sampah,” sambungnya.

Menurut Dhani, budidaya maggot selain dapat mengurangi masalah sampah karena sebagai makanannya, juga dapat menghasilkan pundi-pundi yang sangat menggiurkan.

“Kemarin kita sudah dapat informasi di DKI saja potensinya besar, itu kalau semua optimal bisa mencapai Rp9 triliun. Penduduk Jakarta itu kurang lebih 10 juta, kalau Banten kurang lebih 12 juta, saya kira kalau dioptimalkan bisa besar juga seperti Jakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dhani mengaku pihaknya akan turut memberikan bantuan berupa edukasi, literasi hingga pemasaran jika Pemprov Banten memiliki rencana untuk program pemanfaatan sampah melalui budidaya maggot.

Budidaya maggot, dikatakan Dhani, juga dapat membuka lapangan pekerjaan. Pasalnya, usaha tersebut bisa dilakukan oleh siapa saja bahkan oleh masyarakat kalangan bawah dan ibu-ibu rumah tangga.

“Nanti OJK bisa memberika bantuan teknis, yaitu edukasi dan literasi. Jadi kami nanti bisa mendatangkan pakar, bisa mendatangkan pelatih, bisa mengundang donatur dari CSR Bank yang berminat kami tawarkan,” ujarnya.

“Marketing juga nanti kita infokan. DKI ini marketingnya sudah ada, sudah berjalan dengan baik. Artinya marketing ini bisa diadopsi dari DKI, bahkan besok pengusaha-pengusaha besar yang akan kita kunjungi bisa saja mereka menyerap produk dari Banten,” imbuhnya.

Kendati demikian, Dhani mengaku saat ini pihaknya belum berkomunikasi secara intens dengan Pemprov Banten terkait program ekonomi hijau melalui budidaya maggot tersebut.

“Secara umum sudah, tapi belum spesifik. Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang sudah ada, cuma masih belum diinformasikan secara formal, belum melihat itu sebagai sebuah potensi yang luar biasa. Kalau Kota Tangerang sudah, gak lama lagi Kabupaten Tangerang kita coba pelan²,” ujarnya.***